Breaking News

Ombudsman Temukan Dugaan Maladmistrasi Terkait Tabung Oksigen di Rumah Sakit Pirngadi Medan

Ternyata berdasar pemeriksaan Ombudsman RI Pewakilan Sumut mengapung dugaan tabung oksigen di RSUD Pirngadi sudah sekitar dua tahun tak dikalibrasi

Tayang:
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI
Kepala Ombudsman Sumut Abyadi Siregar saat ditemui usai penyampaian Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) terkait kasus viralnya video pasien meninggal diduga akibat tabung oksigen kosong, Jumat (11/6/2021). 

Rasa curiganya muncul seketika. Sebab, sejak anaknya masuk ruangan tidak ada yang kontak secara langsung. Annisa mengaku, selalu berada di depan ruangan anaknya dirawat, kecuali saat tengah malam sampai subuh karena harus istirahat.

"Aku stay di depan ruang anakku mulai pagi. Tapi, aku juga tidak melihat anakku ada dites antibodi. Bahkan, suster juga tidak ada yang permisi ke aku," katanya.

Baca juga: Inkrah di MK, Pelantikan Pasangan Bupati Labusel dan Bupati Madina Tunggu Proses di KPU dan DPRD

Ia pun melayangkan pertanyaan kepada dokter yang bertugas soal mana yang lebih akurat hasil tes swab antigen yang didapatnya dari rumah sakit sebelumnya dibanding rapid tes antibodi yang dilakukan RSUD Pringadi.

"Dibilang dokter itu, ya benar lebih akurat tes swab antigen. Tapi, mereka tetap berdalih bahwa itu hasil laboratorium terbaru sehingga menjadi rujukan," ujarnya.

Terkait kejadian-kejadian tersebut, Bobby mengakui pelayanan rumah sakit milik Pemko Medan tersebut tidak cukup baik saat ini. Ia berjanji melakukan perbaikan pelayanan di RSUD Pirngadi.

Ia pun mengaku telah meminta Direktur RSUD Pirngadi Suryadi Panjaitan untuk memperbaiki pelayanan.Untuk mencapai pelayanan yang baik, Bobby menuturkan, seluruh tenaga kesehatan dan manajamen di RSUD Pirngadi harus bergerak beriringan.

Namun, Bobby menampik RSUD Pirngadi memalsukan hasil tes Covid-19 pasien. "Mengenai yang dicovidkan itu gini. Kita semua kalau tes Covid  ada tahapan- tahapannya.

Untuk pasien itu hasil antigennya reaktif baru kita swab PCR. Tidak mungkin semua langsung swab PCR, karena keterbatasan biaya. Karena biayanya cukup besar," ujarnya.(mft/cr14) 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved