Breaking News:

Seruan Tutup TPL Makin Berkobar, Kini Togu Simorangkir Cs Aksi Jalan Kaki ke Jakarta

Empat orang melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta. Mereka ingin bertemu Presiden Jokowi dan menyampaikan tuntutan agar TPL segera ditutup.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Togu Simorangkir, aktivis di Kabupaten Toba yang akan jalan kaki ke Jakarta menemui Presiden RI joko Widodo, Senin (14/6/2021). Togu akan meminta Jokowi menutup PT TPL yang dianggap merugikan masyarakat.(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.com - Gelombang protes terhadap keberadaan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Sumatera Utara terus bergulir. Masyarakat dari berbagai kalangan tajk henti melakukan aksi yang menuntut agar pemerintah menutup TPL.

Terkini, empat orang melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta. Mereka ingin bertemu Presiden Jokowi dan menyampaikan tuntutan agar TPL segera ditutup.

Aksi jalan kaki ke Jakarta dimulai Senin (14/6/2021) pagi ini. Aktivis Togu Simorangkir didampingi anaknya Bumi Simorangkir, serta Anita Hutagalung dan Irwandi Sirait terlebih dahulu menggelar ritual adat di makam Raja Sisingamangaraja XII di Soposurung, Balige.

Pantauan wartawan Tribun Medan, suasana haru terjadi saat Togu pamit kepada ibu, istri dan anak-anaknya.

"Jumpa kita dua bulan lagi ya amang," ucap Togu kepada anaknya yang berada di gendongan sang istri.

Baca juga: Ingin Bertemu Jokowi Minta Tutup PT TPL, Tiga Aktivis Toba Hari Ini Jalan Kaki ke Jakarta

Kepada awak media, Togu Simorangkir menceritakan kalau PT TPL telah merusak alam dan merampas tanah adat.

"Hal ini kita lakukan sebagai respon kita atas peristiwa 18 Mei 2021 di Desa Natumingka, kita sudah geram, kita sudah muak dengan perusahaan TPL yang semena-mena terhadap lingkungan," ucapnya.

Ternyata Togu Simorangkir, Anita Hutagalung dan Irwandi Sirait sudah mempersiapkan diri sekitar sebulan.

Aksi ini juga peringatan 114 tahun gugurnya Raja Sisingamangaraja XII.

"Kita mulai perlawanan dengan TPL dari makamnya. Dan semoga, kalaupun dulu Raja Sisingamangaraja XII selama 30 tahun melawan penjajah dan sekarang kita sebenarnya melawan penjajah dari bangsa sendiri," ujarnya.

"Kami mohon doa-doa kawan semua dalam perjalanan ini," ujarnya.

Bentrok Berdarah di Desa Natumingka

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved