Breaking News:

Seruan Tutup TPL Makin Berkobar, Kini Togu Simorangkir Cs Aksi Jalan Kaki ke Jakarta

Empat orang melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta. Mereka ingin bertemu Presiden Jokowi dan menyampaikan tuntutan agar TPL segera ditutup.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Togu Simorangkir, aktivis di Kabupaten Toba yang akan jalan kaki ke Jakarta menemui Presiden RI joko Widodo, Senin (14/6/2021). Togu akan meminta Jokowi menutup PT TPL yang dianggap merugikan masyarakat.(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

Dia mengumpulkan goni-goni untuk dikirimkan melalui Kantor Pos Medan ke Bupati Toba, Jumat (11/6/2021) dalam rangka program "tarhilala". "Sejak beberapa hari lalu, kita sudah mengumpulkan goni," ujar Bernita Siburian.

Bernita beralasan, pengiriman itu mereka lakukan untuk menyindir program "Tarhilala" yang jadi slogan pembangunan Toba. Menurut mereka, tidak seharusnya Bupati Toba menerima goni dari pihak PT TPL.

Pengiriman goni itu termasuk buntut kekecewaan mereka terhadap Bupati Toba yang justru menerima goni dari PT TPL pada Jumat 7 Mei 2021. Menurut mereka penghibahan goni itu mereka lakukan didorong kesadaran personal sebagai orang Batak peduli Tanah Batak, meski di bawah garis kemiskinan atau "Batak Napogos".

Kolase foto poltak sitorus terima karung goni PT TPL dan warga mengumpulkan karung untuk disumbangkan.
Kolase foto poltak sitorus terima karung goni PT TPL dan warga mengumpulkan karung untuk disumbangkan. (HO / Tribun Medan)

Ketua Yayasan Pemulung Sejahtera dan Peduli Batak Napogos, Uba Pasaribu, salah satu inisiator mengatakan, mendukung program "tarhilala" bupati Toba dalam rangka mengumpulkan sampah di seluruh wilayah kabupaten Toba.

"Gerakan Peduli Batak Napogos adalah gerakan peduli terhadap "Bangso Batak" yang hidup marginal. Sebagian anggota Batak Napogos adalah pemulung," tambahnya lagi.

"Gerakan 1 Juta Goni 4 Toba adalah gerakan yang dinisiasi putra putri Batak, yang peduli terhadap kabupaten Toba. Keinginan bupati Toba membersihkan seluruh kabupaten Toba dari sampah harus didukung, terutama dari sampah-sampah besar yang merusak, mencemari, bahkan menghancurkan kehidupan di kabupaten Toba," sebut Uba.

Baca juga: Pemulung akan Kirim 1 Juta Goni ke Bupati Toba, Sindiran Bantuan PT TPL

Sandera Truk Kayu di Siantar

Perlawanan terhadap TPL juga terjadi di Kota Pematangsiantar. Sejumlah pemuda dan mahasiswa menggelar aksi penolakan atas masih beroperasinya TPL di Tanah Batak.

Aksi dilaksanakan, Sabtu (5/6/2021) siang di Jalan Sisingamangaraja (Depan Universitas Simalungun) dengan pengawasan aparat kepolisian.

Dalam aksinya mereka meminta PT TPL angkat kaki dari Sumatera Utara. Perusahaan bubur kertas tersebut dianggap memberi dampak mudharat dibanding dampak positif pada kehidupan masyarakat lokal.

"Palao TPL Dame ma Bangso Batak," sebait lirik lagu yang dinyanyikan Arif Girsang, pemandu musik dalam aksi penolakan PT TPL ini.

Baca juga: Unjuk Rasa Tolak TPL, Mahasiswa Sandera Truk Pengangkut Kayu di Siantar

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved