Breaking News:

H-1 Idul Adha, Bandara Kualanamu Cuma Layani Penumpang dengan Jumlah Segini

Bandara Kualanmu menyebut ada penurunan jumlah penumpang jelang H-1 Idul Adha

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO
Sebanyak 61.400 dosis vaksin Sinovac tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (9/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG-Jelang Idul Adha 1442 Hijriah yang jatuh pada Selasa (20/7/2021), jumlah penumpang di Bandara Internasional Kualanamu sepi.

"Pergerakan penumpang di Bandara Kualanamu per tanggal 18 Juli 2021 menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 H di Masa PPKM Darurat Jawa Bali sebanyak 2.549 orang dan 51 penerbangan," kata Manager of Branch Communication & Legal, Chandra Gumilar, Senin (19/7/2021).

Chandra mengatakan, tentu ini berbanding jauh dengan sebelum pemberlakuan masa PPKM Darurat Jawa-Bali, dimana rata-rata jumlah penumpang itu berkisar 9 sampai 10 ribu penumpang.

Baca juga: MULAI BESOK, Calon Penumpang di Kualanamu Wajib Taat, Hasil PCR dan Antigen Begini Tak Berlaku

Apalagi, sejak terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan No 53 Tahun 2021 tentang pembatasan aktivitas masyarakat selama Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah dalam masa pandemi Covid-19, yang mulai efektif per tanggal 19-25 Juli 2021, disebutkan bahwa pelaku perjalanan atau penumpang di bawah usia 18 tahun dibatasi untuk sementara waktu.

"Terkecuali bagi yang pertama pelaku perjalanan atau penumpang dengan keperluan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal. Kedua, pelaku perjalanan atau penumpang dengan keperluan mendesak, yaitu, pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan," ujar Chandra.

"Selanjutnya yang didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang," sambungnya.

Baca juga: 61.400 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Bandara Kualanamu, Langsung Diangkut ke Gudang Farmasi

Kemudian, pelaku perjalanan atau penumpang dengan keperluan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau Surat Keterangan Lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat atau Surat Perintah Tugas dari Pimpinan Instansi setingkat Eselon II.

"Pelaku perjalanan atau penumpang dengan keperluan mendesak wajib menunjukan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari rumah sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat, surat keterangan Kematian atau surat keterangan lainnya," ujar Chandra.

Sementara itu, calon penumpang yang hendak melakukan penerbangan, wajib memenuhi persyaratan kesehatan.

"Untuk penerbangan antar bandar udara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandar udara di Pulau Jawa dan penerbangan dari atau ke bandar udara di Pulau Bali, wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan," ucap Chandra.

Baca juga: Hari Pertama Layanan Vaksinasi Di Bandara Kualanamu, Antusias Masyarakat Cukup Tinggi

Sedangkan, untuk penerbangan dari atau ke bandar udara selain Pulau Jawa- Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved