Breaking News:

Dibiarkan Satu Bulan, Sampah Menumpuk di Deliserdang Timbulkan Bau Busuk dan Bikin Mual

Sampah menumpuk di pinggir Jalan Industri, Kecamatan Deliserdang, Kabupaten Deliserdang bikin mual pengguna jalan

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Industri Tanjungmorawa yang di pinggirnya ada tumpukan sampah sepanjang kurang lebih 100 meter Senin (26/7/2021). Keberadaan sampah ini menimbulkan aroma busuk.(TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR) 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG-Sudah satu bulan ini sampah dibiarkan menumpuk di Jalan Industri, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

Sampah yang tidak diangkut petugas ini mengular hingga 100 meter.

Lantaran sudah lama tidak diangkut, sampah rumah tangga dan dari pedagang kaki lima (PKL) ini menimbulkan bau busuk yang bikin mual pengguna jalan. 

Baca juga: Ternak Belatung di Medan, Raih Omzet Menggiurkan Sambil Ikut Kelola Sampah

"Maunya diangkut dan dibersihkan lah sampah ini. Bau busuk kali, mau muntah cium baunya," kata Joni, pengguna jalan, Senin (26/7/2021).

Joni mengatakan, keberadaan sampah ini merusak citra Kabupaten Deliserdang.

Jika dilihat warga dari luar kabupaten, tentu keberadaan sampah ini akan merusak image kabupaten yang selama ini menggadang-gadangkan kebersihan dan keindahan kota. 

Baca juga: Kisah Nanda Sarjana Komputer yang Jadi Tukang Sampah Keliling, Luapkan Keresahan karena PPKM Darurat

"Kami lah yang paling merasakan bau setiap hari. Sudah sebulan juga itu belum diangkut-angkut sampahnya," 

"Yang buang sampah di situ entah siapa saja. Pagi nanti melintas dibuang mereka ke situ," tambah Sipayung, pedagang pisang di sekitar lokasi. 

Secara administrasi, Jalan Industri ini masuk dalam wilayah Desa Dagang Krawan. 

Kepala Desa Dagang Krawan, Jamilah mengaku selama ini pihaknya sudah berusaha untuk membuat lokasi Jalan Industri itu bersih. 

Baca juga: Pria Ini Sengaja Tumpuk Sampah di Rumah, saat Istrinya Sakit, Ia Baru Ungkap Alasan Pilu di Baliknya

Meski sudah beberapa kali dibersihkan, namun tetap saja ada orang-orang yang selalu membuang sampah di lokasi itu. 

Saking kesalnya, pembuang sampah sudah pernah mereka tangkap dan diserahkan pada polisi. 

"Sudah kita kasih sama polisi, tapi kita pun kecewa lah. Kita dari desa enggak mungkin jaga 24 jam di situ," 

"Entah dari mana-mana saja orang yang buang sampah di situ. Memang sudah sebulan (belum diangkut),"ucap Jamilah. 

Baca juga: Pernah Dinobatkan Kota Terkotor, Bobby Nasution Beri Perhatian Terhadap Penanganan Sampah

Meski jalan itu banyak lalu-lalang kendaraan, namun Jamilah berpendapat apabila Dishub ada membuat portal di sekitar lokasi, kemungkinan bisa membuat pekerjaan mereka untuk mengawasi lokasi tersebut jadi mudah.(dra/tribun-medan.com). 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved