Breaking News:

Kejari Langkat Tunggu Putusan Hakim 'Garap' Pejabat Dinkes Penerima Suap

Kejari Langkat masih menunggu putusan hakim soal kasus suap pejabat Dinkes Langkat terkait korupsi dana BOK

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Mantan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Kapuskesmas) Desa Teluk, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat dr Hj Evi Diana, terdakwa korupsi dana BOK saat diperiksa di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (26/7/2021).(TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN) 

TRIBUN MEDAN.COM,LANGKAT-Kejaksan Negeri Kabupaten Langkat masih menunggu putusan hakim Pengadilan Tipikor Medan untuk melanjutkan dan 'menggarap' oknum pejabat Dinkes Langkat yang disebut-sebut menerima uang suap ngutan liar dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK).

Adapun pejabat yang disebut menerima suap uang korupsi itu yakni Kabag Keuangan Dinkes Pemkab Langkat bernama Hamid Rizal. 

"Tergantung putusan hakim, apakah ada disebutkan untuk melakukan penyidikan," kata Kasi Intel Kejari Langkat, Boy Amali, melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (29/7/2021). 

Baca juga: Pemandian Air Panas Simolap Marike, Lokasi Wisata di Langkat yang Cocok bagi Keluarga

Dalam fakta persidangan, mantan Kepala Puskesmas Desa Teluk, Kabupaten Langkat, Evi Diana (45) menyebut uang korupsi mengalir ke pejabat Dinkes Pemkab Langkat.

Adapun pejabat yang menerima setoran uang korupsi itu tak lain Kabag Keuangan Dinkes Pemkab Langkat bernama Hamid Rizal.

Kemudian, Tribun-medan.com mencoba untuk menginformasikan melalui sambungan telepon genggam kepada Hamid Rizal, namun tidak merespon. 

Evi Diana mengatakan, uang setoran korupsi itu berasal dari pungutan liar dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK). 

Uang setoran korupsi itu diserahkan langsung oleh bendaharanya kepada Hamid Rizal. 

Baca juga: Pemkab Langkat Siapkan Perhelatan MTQ 2021, Kegiatan Mengikuti Protokol Kesehatan

Ke bagian keuangan bernama Hamid Rizal," kata dr Hj Evi Diana dalam persidangan lanjutan yang digelar di PN Tipikor Medan, Senin (26/7/2021). 

Selain itu, Evi mengaku tidak bisa menolak kebiasaan pungli tersebut, setelah berbincang-bincang dengan bendahara lamanya bernama Siti Syarifah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved