Oknum Polisi Pembunuh

Dirudapaksa dan Dibunuh Oknum Polisi, Jenazah Riska Fitria Nyangkut di Pinggir Jurang

Aipda Roni Syahputra kembali menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Medan

Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM/ISTIMEWA
TERANCAM HUKUMAN MATI: Oknum polisi yang bertugas di Polres Belawan Aipda Roni Saputra menjadi tersangka kasus pembunuhan dua gadis muda, Aprilia Cinta (13) dan Rizka Fitria (21) di Medan. (TRIBUN MEDAN / HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Riska Fitria, wanita yang dirudapaksa dan dibunuh oknum polisi Aipda Roni Syahputra sempat dibuang di pinggir jurang, persisnya di Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Saat ditemukan, jenazah korban dalam posisi kepala di bawah mengarah ke dalam jurang, dan kakinya berada di atas.

Keterangan itu disampaikan langsung Budi Harianto, saksi mata yang pertama kali menemukan jenazah korban pada pertengahan Februari 2021 silam. 

"Pertama kali saya temukan kerudung korban. Lalu saya lihat ada kaki, posisi kepalanya di bawah dan kaki di atas," kata Budi Harianto, Senin (2/8/2021).

Dia mengatakan, lokasi penemuan jenazah Riska Fitria berada di antara semak belukar.

Di bawah semak belukar itu, ada jurang, yang terdapat pohon sawit. 

"Dalam jurangnya sekira tiga meter. Korban ini nyangkut di akar pohon mahoni," kata Budi Harianto di depan majelis hakim Hendra Sutardodo.

Saksi mengatakan, setelah menemukan jenazah korban, dia kemudian memanggil temannya dan melapor pada kepala desa.

Selanjutnya, kepala desa meneruskan informasi temuan jenazah ini pada aparat kepolisian setempat. 

Baca juga: Pembunuhan 2 Perempuan Muda oleh Aipda Roni, Abang Korban Menangis saat Sidang di PN Medan

"Saya waktu itu sedang jaga malam sendiri, pas ada teman lewat, saya suruh panggil kepala desa agar beri tahu bahwa di lokasi kejadian ada mayat. Lalu datang kepala desa, ditelepon orang polsek. Lalu datang polsek dilihat jasad korban," ucapnya.

Saat itu, saksi mengaku sempat melihat dengan jelas kondisi korban.

Namun secara kasat mata, tidak ada tanda-tanda luka di wajah korban. 

"Gak ada luka, belum bau, gak ada bekas penyiksaan," katanya.

Meski demikian, sebelum penemuan mayat tersebut, saksi mengaku memang sempat melihat mobil yang berhenti melawan arus di sekitar lokasi tersebut.

Baca juga: Cari Penyakit, Polisi Berpangkat Aipda Ini Cemooh Tragedi KRI Nanggala 402, Begini Nasibnya

Ia juga mengaku sempat melihat orang keluar dari mobil.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved