Oknum Polisi Pembunuh
Dirudapaksa dan Dibunuh Oknum Polisi, Jenazah Riska Fitria Nyangkut di Pinggir Jurang
Aipda Roni Syahputra kembali menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Medan
Setelah masuk ke dalam mobil, Pipit kaget.
Ternyata di dalam mobil, persisnya di bangku belakang, kedua korban sudah tak bergerak.
Pipit saat itu tidak bisa memastikan, apakah kedua korban sudah meninggal dunia atau belum.
Hanya saja, lanjut Pipit, keduanya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan lagi.
"(Kondisinya) sudah enggak dilakban dan enggak diikat lagi tangannya, matanya tertidur. Cuma saya enggak tahu sudah tak bernyawa apa masih hidup," ucapnya.
Karena penasaran, Pipit sempat bertanya pada Aipda Roni Syahputra tentang kondisi kedua korban.
Baca juga: Pembunuhan Dua Gadis Muda di Medan, Polda Sumut Masih Lengkapi Berkas Aipda Roni Saputra
Namun, lanjut Pipit, pertanyaannya itu dibalas dengan ancaman keris ke bagian perut.
"Saya diancam lagi, namanya saya ketakutan saya enggak berani lagi ngomong apa-apa. Selanjutnya dia bawa putar-putas sampai ke daerah Parbaungan sekitar jam 8 malam, terus dibuka pintu samping ditariknya satu orang (korban) dibuang, dia masuk mobil terus tancap gas,"
"Saya enggak berani nanya, saya cuma istighfar, ya Allah kenapa jadi begini suami saya. Karena saya tahu dia enggak kayak gini," ucapnya sambil menangis.
Sete;ah dari Perbaungan, mereka singgah di kawasan Batangkuis.
Ketika itu, mobil dihentikan di satu sungai kecil.
Baca juga: Coba Hilangkan Jejak Pembunuhan, Aipda Roni Saputra Sengaja Buang Mayat 2 Gadis di Tempat Berbeda
Lalu, Aipda Roni Syahputra membuang sebuah handphone dan bungkusan plastik yang tidak Pipit ketahui isinya.
Dari sana, mereka pergi ke daerah Pulo Brayan, persisnya di sekitar Polsek Medan Barat.
Di sana, jenazah korban kedua dibuang.
Lagi-lagi Pipit diancam jangan buka mulut.