Breaking News:

Kembali Bergerak, PT KAI Divre I Sumut Angkut 45 Ribu Penumpang per Bulan Selama PPKM di Medan

PT KAI Divre I Sumut mengangkut 45 ribu penumpang selama satu bulan di masa PPKM

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
HO
Penumpang saat berada di loket untuk memesan tiket Srilelawangsa di KA Medan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN -PPKM level 4 di Kota Medan turut berdampak pada okupansi angkutan PT KAI Divre I Sumut.

Hingga akhir Agustus 2021, okupansi mulai bergerak, namun tidak begitu signifikan.

"Pergerakan penumpang masih sama saat awal pemberlakuan PPKM darurat hingga Akhir Agustus ini," ungkap Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Optimalisasi Angkutan Barang dan Aset, Cara PT KAI Beradaptasi di Masa Pandemi

Dikatakan Mahendro, jumlah penumpang untuk bulan Juli-Agustus rata-rata sebesar 45 ribu-50 ribu penumpang per bulannya. 

Jika dibandingkan pada bulan Juni sebelum PPKM Darurat, jumlah penumpang berada di angkat 95 ribu-100 ribu penumpang per bulannya.

Stagnannya jumlah penumpang ini, dijelaskan Mahendro lantaran adanya persyaratan yang cukup ketat untuk menaiki kereta api.

"Karena memang persyaratan lebih ketat, jadi adanya PPKM ini berpengaruh sekali dengan penurunan penumpang. Dan sampai saat ini belum ada peningkatan signifikan. Kalau persyaratan ini kita menyesuaikan aturan dari pemerintah aja," ujarnya.

Baca juga: PT KAI Divre I Sumut Cuma Angkut 3.567 Penumpang KA Lokal Semasa PPKM Darurat

Sebelumnya selama PPKM, PT KAI Divre I Sumut juga sudah memberlakukan regulasi wajib menunjukkan dokumen vaksin dan hasil negatif tes antigen. 

Namun diakui Mahendro, masih ada beberapa calon penumpang yang tak tahu menahu mengenai syarat tersebut. 

"Untuk persyaratan masih ada satu dua orang yang belum tahu. Untuk Divre I ini kan ada beberapa jenis kereta yaitu lokal dan jarak jauh dan beda kebijakannya,"

"Nah ada beberapa penumpang yang merasa cukup dengan hanya tunjukkan surat tugas. Tapi yang kebanyakan yang kendalanya di antigen. Jadi banyak yang tidak tahu bahwa bukan hanya vaksin saja persyaratannya," jelas Mahendro.

Baca juga: PT KAI Medan Tutup Layanan Medan-Rantauprapat selama PPKM Darurat

Sementara itu, dikatakan Mahendro bahwa hingga saat ini, Kereta Sri Bilah dengan tujuan Rantauprapat masih belum beroperasi dan masih dalam peninjauan untuk dipertimbangkan di bulan September mendatang.

"Sampai Agustus ini belum jalan. Untuk di bulan September mendatang kita masih menunggu karena memang dari tim kami masih menganalisa apakah sudah bisa dijalankan atau belum," ucap Mahendro.

Kedepannya, Mahendro juga berharap agar okupansi penumpang dapat segera mengalami peningkatan, namun begitu, pihak PT. KAI Divre I Sumut masih tetap menunggu kebijakan dari pemerintah.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved