Unit PPA Polrestabes Medan 'Melempem', 10 Pria Bertopeng yang Gilir Bocah SD tak Satupun Ditangkap
Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan sampai detik ini tak mampu tangkap 10 pria bertopeng yang gilir bocah SD berinisial RAP
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-RAP, bocah 10 tahun yang digilir 10 pria bertopeng kini mengalami trauma.
Sayangnya, polisi sampai detik ini tak mampu menangkap satupun pelakunya.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Medan 'melempem'.
Padahal, sebelumnya korban mengaku ada mengenali satu diantara 10 pria bertopeng tersebut.
Baca juga: VIRAL, Wanita Ini Pakai Topeng Anonymous saat Vaksinasi, Alasannya Ternyata Karena Ini
"Sampai saat ini sama sekali kami belum dapat petunjuk. Masih dalam proses penyelidikan," kata Kanit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan, AKP Mardianta Ginting, Kamis (9/9/2021).
Mardianta mengatakan, pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi.
Tapi, tetap saja tak ada petunjuk.
"Ini kan masih tahap lidik, belum naik sidik, beberapa saksi yang sudah kami interogasi juga belum ada petunjuk," katanya.
Lebih lanjut, Mardianta menjelaskan bahwa pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan upaya penyelidikan.
Baca juga: Kejam Kali Pelakunya, Bocah 10 Tahun Diculik dan Digilir 10 Pria Bertopeng dan Direkam
"Tapi ini kami masih upaya terus," pungkasnya.
Diketahui, RAP, bocah yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD) ini mengalami nasib tragis.
Sebab, bocah 10 tahun ini diculik dan digilir 10 pria bertopeng tak jauh dari kediamannya di Medan Amplas.
Menurut cerita ibu korban, aksi keji itu berlangsung saat RAP hendak pergi ke warung.
Di perjalanan, ada 10 orang pria menculik korban dan membawanya menggunakan mobil bak terbuka.
Selanjutnya, korban dibawa ke satu tempat dicabuli secara bergantian.
"Awalnya saya curiga lihat anak saya ini. Dia kelihatan murung," kata PA, ibu korban.(cr11/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/topeng_20170510_225910.jpg)