Breaking News:

Hujan di Kawasan Puncak Sinabung, Lahar Dingin Terpantau Mengalir 80 Cm

Berselang setengah jam hingga satu jam hujan berlangsung, warga melihat lahar dingin melintas di Desa Perbaji.

HO
PASCAHUJAN yang mengguyur puncak Gunung Sinabung, terjadi aktivitas lahar dingin yang melintas di Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, Minggu (26/9/2021). Dari aktivitas laharan ini, sempat meluap ke atas jembatan Desa Perbaji. (TRIBUN MEDAN/HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Kawasan puncak Gunung Sinabung, pada Minggu (26/9/2021) siang diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Akibat hujan tersebut, sungai yang berhulu di Sinabung dialiri lahar dingin.

Berdasarkan keterangan dari warga Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, Oktavianus, banjir lahar dingin ini terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Aktivitas laharan yang melintasi desanya itu, diperkirakan mencapai tinggi 80 centimeter.

"Ketinggiannya diperkirakan mencapai 80 centimeter," ujar Oktavianus, Minggu (26/9/2021).

Dikatakannya, memang kawasan puncak Gunung Sinabung diguyur hujan sejak sekira pukul 13.00 WIB siang tadi. Berselang setengah jam hingga satu jam hujan berlangsung, mereka melihat lahar dingin melintas di Desa Perbaji.

"Enggak tahu pasti dari kapan, cuma dari pukul 13.00 WIB sudah gelap di puncak," katanya.

Berdasarkan informasi dan foto yang beredar, aliran lahar dingin ini sempat mengalir di atas jembatan yang akan masuk ke Desa Perbaji. Akibatnya, jembatan penghubung desa ini sempat tidak bisa dilalui untuk beberapa saat.

Baca juga: Lahar Dingin Gunung Sinabung Meluber di Jalanan, Dampak Hujan Deras

Diketahui, luapan aliran lahar dingin ini dikarenakan kondisi saluran sungai di sana masih terdapat banyak material laharan. Seperti bebatuan yang cukup besar, barang kayu yang cukup besar, hingga endapan material vulkanik yang sudah cukup lama mengendap.

"Kalau di sungai, masih banyak juga batunya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Oktavianus menjelaskan jika lahar dingin ini berlangsung kurang lebih selama satu jam. Dan saat ini, lahar dingin sudah perlahan berlangsung surut.

Terpisah, petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan adanya aktivitas lahar ini. Dirinya menjelaskan, saat terjadinya aktivitas laharan ini getaran yang ditimbulkan dari dalam perut Gunung Sinabung ini tercatat di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm. (cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved