Breaking News:

Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Sains Kelas 7: Penjelasan 8 Fase Pada Bulan serta Dampak Bagi Manusia

Bulan adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri, dan selama ini Bulan terlihat terang karena pantulan dari cahaya Matahari.

Resaja.com
Ada 8 fase pada bulan 

5. Full Moon (Bulan Purnama)
Fase Full Moon terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan, ada pada satu garis lurus sama seperti saat fase new moon.

Namun, posisi bulan yang diterangi matahari menghadap bumi.

Cahaya matahari yang seharusnya menyinari bulan, tertutup oleh bumi yang ukurannya lebih besar. Sehingga hasilnya adalah bulan terlihat bulat sempurna.

6. Waning Gibbous (Cembung akhir)
Setelah melewati setengah perjalanan, fase bulan akan kembali ke awal.

Pergerakan bulan terus ke barat sehingga cahaya matahari sedikit tertutup oleh bumi. Hasilnya, bulan terlihat cembung (3/4 bagian bulan) dari bumi.

7. hird Quarter (Paruh Akhir)
Di saat posisi bulan sudah mencapai 1/2 putaran, cahaya matahari menyinari setengah bagian bulan. Sehingga dari bumi, bulan terlihat setengah lingkaran.

8. Waning Crescent (Bulan Sabit Akhir)
Pada fase ini bulan akan kembali berbentuk sabit.

Saat ini, bulan sudah hampir mengitari bumi sebanyak satu putaran penuh.

Mengakhiri fase bulan ini, bulan akhirnya akan kembali ke posisi awal (new moon), dimana akan berada di depan bumi dan kembali tidak terlihat.

Pengaruh Dari Bulan
Salah satu hal yang akan dipengaruhi oleh fase bulan adalah pasang surut air laut.

Pada belahan bumi yang sedang mengalami bulan purnama, jarak air laut dengan pusat bulan akan lebih dekat dibandingkan jarak pusat bumi dengan pusat bulan.

Hal yang sama akan terjadi pada belahan bumi yang mengalami bulan baru, jarak air laut dengan pusat bulan lebih jauh daripada jarak pusat bumi dengan pusat bulan.

Hal ini akan mengakibatkan gaya gravitasi bulan lebih kuat daripada bumi untuk menarik air laut.

Air laut menjadi sedikit lebih tinggi terhadap permukaan bumi, inilah yang disebut air laut pasang.

Air laut surut akan terjadi saat belahan bumi yang tidak mengalami bulan purnama maupun bulan baru.

Karena adanya peningkatan ketinggian air laut pada bagian yang mengalami bulan purnama maupun bulan baru, maka belahan bumi lainnya akan mengalami permukaan laut yang surut.

Ketika bulan separuh, air laut surut lebih banyak, karena bagian bumi tersebut berada tepat ditengah diantara bagian yang mengalami bulan purnama dan bulan baru.

(*/tribun-medan.com)

Baca juga: Materi Belajar Ekonomi: Empat Fungsi Pajak, Budgeting, Mengatur, Stabilitas, dan Redistribusi

Baca juga: Materi Belajar Kelas 9: 10 Ciri-ciri Ideologi Terbuka di Indonesia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved