News Video
YANTI NAINGGOLAN Blak-Blakan Ungkap Perlakuan Ibunya Bentak Kata Kasar Hingga Ribut di Gereja HKBP
"Itulah kau yang lain lagi pembahasan dia tah hapa yang di bahas dia udah siap itu datanglah mamak ini. Iya binatang itu (maap amang) anjing itu
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Yanti menyampaikan, secara lengkap klarifikasi yang terjadi di media sosial atas apa yang diviralkan ibunya. Memang seperti direncanakan bersama mertuanya, tahun lalu pada Juni 2021 lalu pernikahan itu akan dilaksanakan pada tahun 2022.
"Jadi karena sudah direncanakan, lalu aku pamit ke mamak. Terus mamak bilang, oh bagus lah. Apalagi, kami pun berpacaran sudah jalan lima tahun. Lantas apalagi yang mau kami tunggu, sementara usia pun sudah cukup dam aku merasa sudah bisa membangun rumah tangga,"ujar Yanti, Minggu (30/1/2022) Malam.
Lalu, kepada Yanti ibunya bertanya. Yanti memberitau ibunya akan dilaksanakan awal tahun. Dan kemudian tibalah waktunya untuk menikah, dan Yanti memberitahu ibunya.
Keluarga dari ibunya juga telah diberitahu Yanti, yakni adik laki-laki ibunya. Dan saat itu, nantulangnya (istri adik kandung ibunya) senang mendengar kabar Yanti menikah dan meminta dijahitkan kebaya.
"Intinya, keluarga dari "Tulang" Sitorus paman saya sudah tahu dan sudah ada boa-boaku (pemberitahuan),"ujar Yanti.
Lalu, ibunya menelpon Yanti kembali ketika waktu untuk pesta pernikahan mendekati waktunya. Dalam pembicaraan itu, ibunya bertanya "jelasnya kau Yanti.
Lalu Yanti menjawab, "jelaslah mak". Disambung pertanyaan oleh Yanti kepada ibunya "siapa yang mangamai aku (siapa yang menggantikan ayahku pada pernikahanku".
"Ya Simanjuntaklah (ayah tirimu) kata mamak. Dan kubilang, enggak bisa loh mak,"sebut Yanti.
Kata Yanti, ibunya mengatakan "siapa bilang enggak bisa". Dan Yanti menjawab ibunya "enggak mungkin karena aku Boru Nainggolan".
Kekisruhan pun mulai lahir saat Ibunya memaksakan diri agar ayah tirinya bermarga Simanjuntak yang mengamai secara adat, bukan adik kandung almarhum ayahnya. Bahkan, ibunya menyebut akan menemui ahli adat "raja parhata".
Tentu, Yanti yang merasa dirinya lahir dari Marga Marga Nainggolan keberatan dipaksa menjadi Simanjuntak. Yanti bersikeras, apalagi adik kandung ayahnya masih ada, serta Yanti tidak mau marga ayahnya diwakili marga lain ayah tirinya.
Lalu, pengakuan Yanti ibunya mulai membentaknya dan bilang "oh sudah hebat kau ya, kau bilang-bilang sama uda mu (adik kandung ayahhmu". Dan Yanti menjawab, "kan aku Boru Nainggolan.
Ibunya pun menurut Yanti semakin geram, dan menyebut sudah mengangap Yanti telah mati. Yantiblalu disumpahi tidak bakal punya anak karena menolak perminttan ibunya agar Simanjuntak sebagai pengganti ayahnya pada pesta pemberkatan dan pesta adat itu. Yanti pun gelisah, nyaris putus asa.
Setelah itu, Ibu Yanti mengadukan persoalan itu ke suadara laki-lakinya, selaku tulang keluarga Sitorus. Yanti pun dihubungi melalui telepon dan dimarahi, lalu disuruh datang menghadapi adik kandung ibunya "tulang" Sitorus.
Yanti bersama perwakilan marga Nainggolan, lalu datang menemui pihak marga Sitorus tulangnya. Namun, di sana sudah terlebih dulu Ibunya bersama Simanjuntak ayah tirinya tiba.