PSMS MEDAN

SOSOK Ponirin Meka, Pernah Bawa PSMS Medan Jadi Juara Lewat Adu Penalti

Apa lagi, ia juga masih sempat komunikasi via telefon dengan almarhum, Minggu (10/4/2022), sekitar pukul 09.00 WIB.

Editor: Ayu Prasandi
HO
Kegembiraan Ponirin Meka (tengah) usai mengantarkan PSMS Medan juara Perserikatan 1983 silam. 

Satu kisah terkenang bersama almarhum. Sunardi B menceritakan, kala itu sebelum lakoni final Piala Perserikatan 1985 melawan Persib Bandung.

Sunardi B mengaku, skuat PSMS Medan sebelum menjadi juara lewat adu penalti, ia dan almarhum Ponirin betul-betul berlatih keras.

"Kita memang latihan itu penalti, sebelumnya. Kita dilatih sama Parlin. Latihannya betul-betul serius. Kami bilang ke almarhum kalau kami mau menendang ke kiri, dia bisa menepis tendangan kami itu. Padahal dari titik penalti," ujarnya.

Baca juga: Kodrat Shah Berang, Tahu Mantu Edy Rahmayadi Kuasai PSMS Medan

Lebih jauh, pemegang ban kapten saat final Piala Perserikatan 1985 itu menyebutkan, ia merasakan duka yang mendalam.

Selama satu  bulan terkahir, sudah tiga legenda PSMS yang mendahului. Di antaranya, almarhum Sutrisno, Suheri, dan Ponirin Meka.

"Kebetulan saya kan di Siantar. Kita pokoknya dulu selalu kumpul silaturrahmi di Kebun Bunga bersama mantan-mantan yang lain. Saya betul-betul merasakan duka yang mendalam. Semoga kita semua sehat selalu," katanya.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved