TRIBUNWIKI

5 Masjid di Medan Ini Ternyata Sudah Berumur Satu Abad, Ada yang Pernah di Bom Inggris

Namun ternyata, ada beberapa masjid yang juga merupakan peninggalan bersejarah. Beberapa masjid tersebut memiliki sejarah panjang.

Tayang:
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
MASJID Perjuangan 45 Jalan HM Yamin Medan, masjid peninggalan Tengku Matseh yang dibangun tahun 1928 

Selain salat, para pengunjung akan betah berlama lama di Masjid Raya karena keindahan bangunan masjid.

Baca juga: Spanduk Ditempelkan di Sebuah Masjid di Aceh Barat Dilarang Menggelar Salat Jumat

4. Masjid Gang Bengkok

Masjid Lama Gang Bengkok di Jalan Mesjid, Kelurahan Kesawan, Medan.
Masjid Lama Gang Bengkok di Jalan Mesjid, Kelurahan Kesawan, Medan. (Tribun Medan/Arjuna)

Masjid gang Bengkok selain bersejarah juga menyimpan kisah yang menarik.

Sebab, masjid yang terletak di  Kesawan, Medan, ini menunjukkan betapa tolerannya masyarakat Sumut masa itu. 

Masjid Gang Bengkok diambil dari nama sebuah Gang yang berbentuk miring di Kesawan. Masjid ini dibangun oleh Tjong A Fie, seorang saudagar kaya keturunan Tionghoa sekitar tahun 1855.

Sekilas Masjid Gang Bengkok terlihat seperti Kelenteng karena atapnya yang lebar dan melengkung. 

Dahulunya, masjid Gang bengkok adalah sebuah Surau,  namun oleh Tjong A Fie, bersama dengan M Ali, dari datuk Kesawan membangun Masjid Gang Bengkok hingga dapat menampung ratusan jamaah. 

"Jadi masjid ini merupakan mesjid pertama di Kota Medan yang berdiri sejak tahun 1874. Dimana tanah masjid ini merupakan tanah wakaf dari datuk kesawan bernama muhammad Ali," ucap Sekretaris Masjid Gang Bengkok, Muchlis Tanjung.

Selama berdiri, Muchlis mengatakan tidak banyak perubahan terhadap bangunan masjid. Hanya saja, pihak masjid telah melakukan perluasan area masjid disana. 

"Kalau untuk bangunan tidak banyak yang berganti, hanya untuk pintu dan beberapa yang telah rusak. Namun kalau ukuran memang jauh lebih besar dari ukuran sebelumnya," tutur dia. 

Baca juga: Lima Amalan yang Dianjurkan saat Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri, Baca Doa Ini 10 Kali

5. Masjid Perjuangan 45.

MASJID Perjuangan 45 Jalan HM Yamin Medan,  masjid peninggalan Tengku Matseh yang dibangun tahun 1928
MASJID Perjuangan 45 Jalan HM Yamin Medan, masjid peninggalan Tengku Matseh yang dibangun tahun 1928 (TRIBUN MEDAN/RECHTIN)

Masjid Perjuangan 45 merupakan salah satu masjid bersejarah di Kota Medan. Masjid ini didirikan pada tahun 1922 lalu.

Masjid bercat kuning emas dengan dua kuba yang besar kini telah mengalami beberapa kali peremajaan. 

Seperti pada warna cat berwana emas, hingga kamar mandir yang lebih modern. Selain itu, masjid ini sendiri sudah empat kali berganti nama. 

Diawal berdirinya Masjid ini bernama Masjid Kayu Besar, kemudian berganti menjadi Masjid Assyuhada.  Masjid itu kemudian berubah nama kembali menjadi Masjid Raya Medan Timur.

Namun usai Kecamatan Medan Timur mekar menjadi dua Kecamatan, nama masjid turut berganti menjadi Masjid Perjuangan 45.

Nama Masjid Perjuangan 45 tidak lepas dari nilai masa lalunya.

Rizaldy pengurus Masjid Raya 45 mengatakan, pada masa kolonial, di masjid ini dijadikan tempat berkumpulnya para pejuang. Karena itu lah, masjid ini pernah rata dengan tanah usai di bom oleh Inggris pada tahun 1945.

"Dulu para pejuang berkumpul disini, karena itulah Inggris perna membom masjid ini hingga rata dengan tahan," ujar Rizaldy. 

Pada tahun 1950 kemudian didirikanlah kembali masjid tersebut dengan nama Asyuhada.

Pendirian masjid dilakukan atas swadaya dan gotong royong masyarakat disana. 

Setelah berganti beberapa kali, nama Masjid Perjuangan 45 pun menjadi nama terakhir.

Hal itu untuk mengenang perjuangan yang perna ketika bangsa Indonesia melawan penjajahan. 

(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved