Marah Berlebihan, Ini Efek Buruk yang Bisa Terjadi Pada Tubuh
Yang terjadi dalam sistem tubuh Anda ketika marah adalah kelenjar adrenal akan mensuplai hormon stres, yaitu adrenalin dan kortisol.
Penulis: Rena Elviana Purba | Editor: Septrina Ayu Simanjorang
Ternyata, menurut penelitian hal itu terjadi karena otot-otot dan pembuluh darah yang tegang akan menyebabkan pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang.
4. Kekebalan tubuh melemah
Orang yang sering marah cenderung lebih mudah sakit. Hal ini lantaran ternyata kemarahan mempunyai hubungan erat dengan penurunan level antibodi immunoglobulin A (IgA) selama 6 jam.
Antibodi imunoglobulin A adalah garis pertahanan pertama sel melawan infeksi.
Baca juga: Ayah Tiri di Taput Hamili Anak Tirinya Hingga Melahirkan, Polisi Ganjar Pelaku 15 Tahun Penjara
Oleh karena itu, jika rasa amarah sudah mulai menguasai anda, segera lah untuk mengalihkan pikiran dengan mencari hiburan atau menenangkan diri dengan mendengar lagu kesukaanmu.
5. Gampang cemas
Orang yang kerap marah secara berlebihan akan menjadi mudah merasa cemas setiap saat bahkan pada hal-hal yang sepele.
Selain itu, mereka akan mulai mencari-cari cara untuk memperbesar suatu masalah yang sepele.
Hal ini lantaran ia mulai merasa nyaman dengan rasa cemas tersebut. Akibatnya, aktivitas pun menjadi terganggu karena rasa cemas tersebut.
Baca juga: 4 Cara Mengatasi Nyeri Saat Haid Tanpa Harus Konsumsi Obat
6. Penuaan dini pada kulit
Rasa marah juga bisa menegangkan otot-otot di wajah sehingga mengakibatkan keriput.
Selain itu, tersebarnya hormon kortisol dapat menyebabkan berkurangnya produksi kolagen pada kulit.
Sehingga penampilanmu akan terlihat lebih tua dan tidak sehat.
7. Memperpendek usia hidup
Mengutip Everyday Health, orang yang hidup damai bahagia cenderung berusia panjang. Jika sering marah bisa sebaliknya.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Rasa Nyeri Saat Haid, Pijat dengan Menggunakan Minyak Esensial