Marah Berlebihan, Ini Efek Buruk yang Bisa Terjadi Pada Tubuh
Yang terjadi dalam sistem tubuh Anda ketika marah adalah kelenjar adrenal akan mensuplai hormon stres, yaitu adrenalin dan kortisol.
Penulis: Rena Elviana Purba | Editor: Septrina Ayu Simanjorang
Memang usia seseorang adalah rahasia Tuhan dan tidak ada yang tahu. Hanya saja, mencegah lebih baik daripada menyesal di kemudia hari.
Sebuah penelitian di University of Michigan yang dilakukan selama 17 tahun menemukan bahwa pasangan yang memiliki kemarahan pasif memiliki rentang hidup yang lebih pendek dari pada mereka yang biasa membicarakan masalah dengan solusi.
Jika kamu bukan orang yang nyaman menunjukkan emosi negatif, disarankan berkonsultasi kepada terapis atau berlatih sendiri agar lebih ekspresif.
8. Masalah pada pernapasan
Efek sering marah dan suka memupuk kebencian dapat membuat kamu berisiko memiliki paru-paru yang tidak sehat.
Sekelompok ilmuwan Universitas Harvard mempelajari 670 pria selama 8 tahun dengan menggunakan metode penilaian skala kebencian untuk mengukur tingkat kemarahan dan menilai setiap perubahan dalam fungsi paru-paru mereka.
Baca juga: 4 Cara Mengatasi Nyeri Saat Haid Tanpa Harus Konsumsi Obat
Pria dengan peringkat kebencian tertinggi memiliki kapasitas paru-paru yang jauh lebih buruk, yang meningkatkan risiko masalah pernapasan.
Para peneliti berteori bahwa peningkatan hormon stres, yang berhubungan dengan perasaan marah, menciptakan peradangan di saluran udara. (cr19/tribun-medan.com)