Breaking News:

Unjuk Rasa

TUDING Wali Kota Bobby Tak Dengar Aspirasi, Massa Aksi Bentor Gelar Unjuk Rasa, Ini yang Ditagih

Aspirasinya belum juga digubris oleh Pemko Medan, Puluhan Penarik Becak Motor (Bentor) Medan kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Wali Kota Medan

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Aspirasinya belum juga digubris oleh Pemko Medan, Puluhan Penarik Becak Motor (Bentor) Medan kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (23/6/2022).

Dari amatan Tribun Medan, puluhan Becak Motor (Bentor) Medan tagih janji Walikota Medan yang belum terealisasi hingga saat ini Selasa (7/6/2022).

Aksi unjuk rasa itu dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga berita ini diunggah.

Unjuk rasad digelar di depan Kantor Wali Kota Medan ini menagih janji Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution terkait peremajaan bentor.

Ratusan bentor ini pun menyuarakan pendapatnya terkait anggaran pembangunan drainase yang besar.

"Anggaran drainase besar tapi pembangunan asal-asalan mending dana APBD diberikan kepada kesejahteraan para bentor," ucap para pembentor saat menyampaikan orasinya kepada Wali Kota Medan.

Kemudian para aksi ini juga meminta agar yang menemui mereka langsung ialah Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution

"Kami minta pak wali yang nemui kami bukan anggotanya. Karena pak wali yang memberikan janji," jelasnya.

Hingga saat ini para unjuk rasa masih berdiri di depan kantor Wali Kota Medan.

Saat ditemui Koordinator Aksi unjuk rasa Johan Merdeka mengaku pihaknya sudah mengaspirasikan pendapatnya beberapa waktu lalu.

"Beberapa minggu lalu kami adakan aksi unjuk rasa tapi ternyata tidak digubris, kami tidak percaya lagi sama kepala dinas kami minta Bobby yang nemui langsung," jelas Koordinator aksi unjuk rasa Johan Merdeka.

Dijelaskan Johan bahwa pihaknya hanya ingin Wali Kota Medan untuk menepati janjinya.

"Sudah dari bulan 11 tahun lalu sampai sekarang belum ada yang terealisasi untuk peremajaan bentor, berikan istri-istri kami usaha UMKM, tapi tidak ada," jelasnya.

Dijelaskan Johan juga bahwa hasil pertemuan setelah aksi beberapa minggu lalu pun tidak ada kejelasan.

"Gak ada kejelasannya entah berkas apa pun yang disuruh kumpulkan itu pun tidak ada kejelasan misal bilang syarat berkas yang harus di kumpul itu tidak ada sama sekali hanya ucapan manis saja," ucapnya.

Terpisah kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Izwar berdalih bahwa peremajaan bentor ini belum terealisasi karena pemberkasan tidak lengkap.

"Pemberkasan mereka kurang lengkap untuk peremajaan bentor kan harus di data dengan baik makanya ini lagi kita diskusikan," tukasnya.

( cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved