Dugaan Malapraktik

Direktur RSUD Amri Tambunan Merajuk Ditanya Kasus Happy Damanik yang Meninggal Usai Operasi Caesar

Direktur RSUD Amri Tambunan malah merajuk ketika dikonfirmasi mengenai kasus pasien meninggal dunia usai operasi caesar

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
HO
Happy Damanik, ibu yang meninggal setelah diminta operasi caesar oleh dokter RSUD Amri Tambunan 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Hanif Fahri SpKJ merajuk ketika dikonfirmasi mengenai adanya pasien bernama Happy Yansdika Damanik meninggal dunia setelah operasi caesar atas saran dokter.

Ketika ditanya, Hanif malah mengancam tidak akan membalas konfirmasi yang dilayangkan Tribun-medan.com.

Hanif malah menuding yang macam-macam ketika ditanya mengenai keterangan keluarga yang menduga ada indikasi malapraktik terhadap Happy Yansdika Damanik , istri dari Aprianto Manurung.

"No Coment saya (soal dugaan malapraktik). Untuk menjaga perasaan keluarga yang sedang berduka, mohon Anda pun profesional. Saya tidak akan membalas WA Anda lagi bila cara berpikir seperti ini (telah terjadi dugaan malpraktik)," kata Hanif, Rabu (6/7/2022).

Tribun-medan.com lantas menjelaskan, bahwa dugaan malapraktik terhadap Happy Yansdika Damanik justru dilontarkan oleh Pniel Damanik, kakak kandung korban.

Ditanya mengenai hal ini, Hanif malah komplain.

"Jangan melampaui batas ah," katanya.

Terkait masalah ini, Hanif sebelumnya mengatakan manajemen RSUD Amri Tambunan sudah bertemu dengan pihak keluarga korban.

Dia mengatakan, bahwa pihaknya sudah bertindak profesional dalam menangani Happy Yansdika Damanik

"Kami sudah ketemu dengan pihak keluarga. Kami profesional saja. Biarlah pihak keluarga dan kita bertemu dengan itikad baik dan membangun hal-hal yang positif," katanya.

Dugaan malapraktik RSUD Amri Tambunan

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved