Berita Sumut

99 Pelajar Diamankan Polisi, Coba Menyusup Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM, 14 Orang Positif Narkoba

Para pelajar itu diduga hendak menyusup ke barisan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: mustaqim indra jaya
HO/Tribun Medan
Sejumlah pelajar SMA saat diamankan polisi di seputaran Gedung DPRD Sumut, kemarin. Mereka hendak menyusup ke barisan pengunjuk rasa yang berdemo menolak kenaikan harga BBM. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 99 pelajar diamankan Polrestabes Medan, kemarin. Para pelajar itu diduga hendak menyusup ke barisan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.

Polisi menyebut, para pelajar ini ditangkap sebelum berhasil membuat gaduh massa pengunjuk rasa.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir mengatakan, dari 99 pelajar yang diamankan tersebut, 14 di antaranya ternyata positif mengkonsumsi narkoba.

Baca juga: Aliansi Aktivis Sumut Demo di Kantor DPRD Sumut, Anggota DPRD Fraksi PKS Menolak Kenaikan Harga BBM

"Kemudian kami melakukan tes urine terhadap 99 pelajar ini, hasilnya 14 pelajar positif menggunakan narkoba," kata Fathir, Sabtu (10/9/2022).

Ditegaskan Fathir, terhadap pelajar yang kedapatan positif narkoba akan direhabilitasi. Dalam hal ini polisi bekerjasama dengan BNN Provinsi Sumut.

Sementara pelajar lainnya dipulangkan setelah membuat surat perjanjian dengan disaksikan orang tua dan guru. 

"Sisanya dilakukan pembinaan dengan dikembalikan ke orang tua dengan berkordinasi dengan guru. Diharapkan para pelajar ini dapat benar-benar melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik," ucapnya.

Berdasarkan keterangan pelajar yang diamankan ini mereka mengaku ikut demonstrasi kenaikan BBM bersubsidi karena terpengaruh ajakan di medsos.

Baca juga: HMI dan DPRD Mandailing Natal Sepakat Tolak Kenaikan Harga BBM

Kemudian mereka sama-sama bergerak guna bergabung dengan barisan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa.

Polisi membeberkan bahwa puluhan pelajar tersebut berasal dari sejumlah daerah di luar Kota Medan yakni Binjai dan Kabupaten Deliserdang.

"Dari 99 ini, 21 diantarannya berasal dari Binjai, 20 Deliserdang dan sisanya dari Medan. Semuanya bertujuan untuk mengikuti kegiatan unjuk rasa yang ada di kota Medan," ucapnya.

(cr25/tribun-medan.com)


 

 


 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved