12 Hektare Lahan di Tongging Terbakar, Disebut karena Faktor Cuaca

"Kita mulai pemadaman dari sore sampai malam, kemudian kita lanjut Sabtu pagi. Sekarang semua lahan yang terbakar sudah padam total," ucapnya.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/HO
Personel Manggala Agni Sibolangit melakukan proses pemadaman lahan yang terbakar di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Jumat (9/9) malam. Dari 12 hektare lahan yang terbakar, berada di dua titik yakni seluas empat hektare dan delapan hektare. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Manggala Agni Sibolangit mencatat luas wilayah kawasan lahan yang mengalami kebakaran di Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo lebih kurang seluas 12 hektare. Diketahui, kawasan lahan dan hutan yang masuk ke dalam wilayah Desa Tongging tersebut, mengalami kebakaran pada Jumat (9/9) kemarin.

Berdasarkan keterangan dari Humas Manggala Agni Sibolangit Angfier Sinaga, dari 12 hektare lahan yang terbakar, berada di dua titik. Ada pun lahan pertama yang terbakar, seluas empat hektare. Sementara di titik kedua, total luas lahan yang terbakar mencapai delapan hektare.

"Ada dua titik yang terbakar yang sama-sama masih masuk wilayah Desa Tongging. Untuk lahan pertama empat hektare, dan titik kedua delapan hektare," ujar Angfier, Minggu (11/9/2022).

Dikatakan Angfier, untuk titik kebakaran yang berada di dekat kawasan air terjun Sipiso-Piso, hingga dini hari luas lahan yang tercatat lima hektare. Namun, hingga pagi saat proses pendinginan pihaknya kembali mencatat lahan yang terpapar bertambah tiga hektare.

Baca juga: KEBAKARAN di Sergai, 2.800 Ayam Siap Panen Mati Terpanggang

"Memang sampai dini hari luas lahan yang tercatat seluas lima hektare, namun saat hari kedua dilakukan pemadaman dan pendinginan ada kita temukan bara-bara api lagi seluas tiga hektare," katanya.

Dijelaskan Angfier, setelah mendapatkan informasi kemarin pihaknya langsung melakukan proses pemadaman. Namun, dikarenakan lokasi lahan yang terbakar cukup luas dan terjal proses pemadaman memakan waktu yang cukup lama.

"Kita mulai pemadaman dari sore sampai malam, kemudian kita lanjut Sabtu pagi. Sekarang semua lahan yang terbakar sudah padam total," ucapnya.

Ketika ditanya perihal dugaan penyebab kebakaran ini, ia menjelaskan jika pihaknya menduga hal ini disebabkan faktor alam. Di mana, selama kurang lebih satu pekan terakhir di wilayah Desa Tongging tidak diguyur hujan. Sehingga, wilayah lahan yang didominasi padang rumput dan ilalang ini kering dan mudah terbakar.

"Untuk penyebabnya sampai sekarang karena faktor alam, cuaca yang kering membuat potensi terbakar," ungkapnya.

Setelah berhasil melakukan pemadaman, dijelaskan Angfier, pihaknya langsung melakukan proses pendinginan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan semua titik api yang dapat kembali membesar, bisa benar-benar padam.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved