Polisi Tembak Polisi
Polisi Tembak Polisi di SPN Polda Gorontalo: Korban Alami Pendarahan di Kepala, Motif Cuma Iseng
Kasus polisi tembak polisi kembali terjadi. Perisitiwa penembakan dengan latar iseng ini ini terjadi di Gorontalo.
TRIBUN-MEDAN.com - Kasus polisi tembak polisi kembali terjadi. Perisitiwa penembakan dengan latar iseng ini ini terjadi di Gorontalo.
Peristiwa penembakan itu terjadi di Asrama Sekolah Polisi Negara Polda Gorontalo, Tabongo Timur, Tabongo, Kabupaten Gorontalo.
Korban mendapatkan perawatan insentif di rumah sakit. Korban mengami pendarahan hebat dan sempat tak sadarkan diri.
Polda Gorontalo telah menurunkan petugas dari Divisi Propam untuk mengusut kasus ini dan memberikan sanksi kepada pelaku.
Polisi tembak polisi karena hal iseng ini kembali mencederai citra polisi.
Apalagi, dalam kasus ini, perseteruan sesama polisi yang masih muda atau berpangkat Bripda.
Kasus ini telah menjadi atensi Kapolda Gorontalo, Irjen Helmy Santika.
Kepala SPN Polda Gorontalo Kombes Agus Widodo membenarkan peristiwa polisi tembak polisi yang membuat korban mengalami pendarahan.
Ia menuturkan korban luka parah karena robek di bagian kepala.
"Dia mengalami luka robek di kepala. Sehingga itu yang menyebabkan darah mengucur banyak," kata Agus dikutip dari Tribunnews.com pada Senin (19/9/2022).
Agus menambahkan, setelah tertembak korban kemudian mengalami pingsan.
Selanjutnya, korban dilarikan ke RS Aloe Saboe ketika kejadian.
Agus mengatakan setelah mendapat perawatan intensif, kondisi korban berangsur membaik.
"Semoga bisa segera keluar dan kembali pulih,"ujar Agus.
Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Tidak Dihadirkan di Sidang Banding Pemecatan, Dipimpin Jenderal Bintang Tiga
Baca juga: Berseteru dengan Najwa Shihab, Nikita Sebut Si Jurnalis Sering Keluar Kota Bareng Selingkuhan
Kronologis Kejadian Polisi Tembak Polisi di Gorontalo