Breaking News:

PSMS Medan

Kodrat Shah Jadi Tersangka Tidak Ditahan, Edy Rahmayadi: Banyak yang Ngaku Punya PSMS

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi angkat bicara soal kisruh PSMS Medan. Edy Rahmayadi bilang banyak yang ngaku-ngaku punya PSMS

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Array A Argus
HO
Kolase foto Edy Rahmayadi dan Kodrat Shah. Terkait konflik PSMS, Edy Rahmayadi plinplan ketika ditanya mengenai niatnya menempuh jalur hukum terhadap kubu Kodrat Shah 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kasus dugaan pemalsuan dokumen di PSMS Medan kini masih ditangani Polda Sumut.

Adapun tersangka dalam kasus ini yakni Kodrat Shah, Julius Raja dan Fityan Hamdi.

Sejak dijadikan tersangka, ketiga pelaku ini belum ditahan Polda Sumut.

Menyangkut kisruh PSMS Medan ini, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi angkat bicara.

Baca juga: PFC Desak Polda Sumut Penjarakan Kodrat Shah, Julius Raja dan Fityan Hamdi

Katanya, banyak yang mengaku-ngaku memiliki klub sepak bola PSMS Medan.

Pemilik saham 51 persen di PT Kinantan Medan Indonesia itu menyinggung hal ini saat menceritakan kondisi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) baru-baru ini.

"Saya baru pulang (dari Jakarta) ikut mengurusi PSSI, salah satunya di sana. Lebih susah mengatur manajemen PSSI-nya daripada atlet sepak bolanya. Kan udah salah ini. Begitu juga lah PSMS ini,"

"Asik aja mengaku aku punya, aku punya, aku punya. Tak adapun menyelesaikan masalah," ungkap Edy dalam sambutannya di pembukaan Rapat Koordinasi Pendidikan dan Kerjasama SMK dengan DUDI (Link and match) di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Rabu (18/1/2023).

Baca juga: Kodrat Shah Kemungkinan Dijemput Paksa Polisi karena 2 Kali Mangkir, Kasus Pemalsuan Dokumen PSMS

Mantan Pangkostrad itu juga menyinggung bahwa DPRD Sumut diam saja melihat kondisi PSMS saat ini.

"DPRD pun diam saja padahal bola itu, PSMS itu heritage, tahun 50 dilahirkan oleh senior-senior kita. Akupun belum lahir apalagi si Hendro (Anggota Komisi E). Jadi heritage ini yang harus kita jaga saudara-saudara," katanya.

Mantan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), itu juga berpesan siapa yang akan menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI nantinya agar dapat membawa sepakbola Indonesia maju, berkembang dan berprestasi di tingkat asia dan internasional.

“PSSI akan ada kongres, pemilihan ketua dan jajarannya, itu nanti di bulan Februari 2023, sehingga ada perbaikan. Semoga persepakbolaan kita maju,” ujarnya.

Baca juga: Polda Sumut Diduga tak Berani Tahan Kodrat Shah, Kabid Humas: Kita Tunggu Saja

Ia mengungkapkan, potensi atlet sepakbola di Indonesia cukup banyak. Ia menilai, sangat mudah bagi PSSI untuk mendapatkan 11 pemain sepakbola berkualitas dan mampu mengharumkan Timnas Garuda di kancah sepakbola internasional.

“Kenapa? 275 juta penduduk kita. Masa kita mencari 11 orang aja susah sekali. Mungkin yang mencari ini perlu (orang-orang di PSSI) profesional mencarinya,” ungkapnya.

Dikatakan Edy, dirinya juga ikut memantau perkembangan PSSI saat ini, termasuk dihentikannya Kompetisi Liga 2 tahun 2022/2023. Selama pencalonan, katanya, tidak ada bakal calon Ketua Umum PSSI yang mendatangi dirinya untuk meminta restu.

“Enggak, bukan pada wewenang saya. Saya hanya monitor, salaman-salaman saja,” pungkasnya.(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved