Penimbunan Minyak

PT Yorgo Anugerah Nusantara Diduga Timbun Minyakita Hingga 75 Ton di Gudang Jalan Brigjen Zein Hamid

PT Yorgo Anugerah Nusantara diduga melakukan penimbunan MinyaKita hingga 75 ton di dalam gudangnya yang berada di Jalan Brigjen Zein Hamid

Editor: Array A Argus
HO
Tim Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari Biro Perekonomian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara dan Perwakilan KPPU Kanwil I Medan menemukan 75 ton Minyakita di Gudang PT Yorgo Anugerah Nusantara, Jalan Brigjen Zeid Hamid, Kota Medan, Senin (13/1/2023). / HO   

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - PT Yorgo Anugerah Nusantara diduga melakukan penimbunan MinyaKita hingga 75 ton.

Adapun dugaan penimbunan MinyaKita ini terungkap setelah Tim Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari Biro Perekonomian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara dan Perwakilan KPPU Kanwil I Medan melakukan sidak ke gudang PT Yorgo Anugerah Nusantara di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kota Medan pada Senin (13/1/2023).

Dalam sidak kali itu, petugas menemukan 75 ton atau sekitar 7.000 kardus MinyaKita yang diduga sengaja diendapkan dan tidak diedarkan oleh produsen atau distributor. 

Baca juga: BANGUNAN Diduga Gudang Penimbunan Minyak Ilegal Terbakar, Begini Penjelasan Polsek Hamparan Perak

Sekretaris Tim Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara, Naslindo Sirait mengatakan, bahwa perusahaan PT Yorgo Anugerah Nusantara awalnya tidak mengakui pihaknya memproduksi Minyakita

Namun, setelah Tim Satgas Pangan Sumut melakukan pengecekan langsung di gudang, didapati adanya MinyaKita di dalam gudang tersebut. 

"Awalnya pihak perusahaan Yargo tidak mengakui bahwa mereka ada memproduksi atau mendistribusikan MinyaKita. Namun setelah dicek di gudang, ternyata didapati adanya MinyakKita dalam gudang mereka," kata Naslindo dalam konfrensi pers, Senin (13/2/2023). 

Baca juga: Pimpin Apel Pagi, Kapolres Dairi: Antisipasi Penimbunan Minyak Goreng

Ia mengatakan, bahwa MinyaKita tersebut ternyata sudah diproduksi sejak November dan Desember 2022 lalu.

Namun, kata Naslindo, hingga ditemukan pada 13 Februari 2023, minyak goreng subsidi tersebut nyatanya belum didistribusikan. 

Naslindo mengatakan temuan ini akhirnya memperkuat adanya kelangkaan MinyaKita di pasaran yang membuat Inflasi m-t-m pada Januari 2023 di Sumatera Utara salah satu andilnya minyak goreng. 

Baca juga: MENTERI PERDAGANGAN Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Penimbunan Minyak Goreng di Sumut

"Atas temuan ini, sudah dilakukan pemeriksaan di lapangan dan selanjutnya Tim Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara menyerahkan temuan ini kepada PPNS Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan KKPU Kanwil 1 Medan untuk menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," ungkapnya. 

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menghimbau kepada seluruh produsen dan distributor minyak goreng agar menjalankan penugasan yang diberikan pemerintah dan menjalankan perdagangan minyak goreng sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

"Pemerintah akan terus mengawasi peredaran pentagangan minyak goreng, apabila ditemukan ada penyimpangan akan di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku, " pungkasnya.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved