Meteran Listrik Warga Kembali Dipasang, PLN Akui Kesalahan
Petugas PLN mencopot secara sepihak dua meteran listrik milik dua warga Desa Suka Ramai, Kecamatan Sei Rampah
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Eti Wahyuni
"Tanpa adanya peringatan dan pemberitahuan langsung dicabut dan didenda. Katanya piring meteran rumah saya ada yang miring, padahal saya tidak pernah tau soal itu. Apakah ini adil, kalau ada kesalahan ya diperbaiki," kata Bakir.
Usai membawa meteran listrik, pada Jumat (19/5) lalu, petugas berseragam PLN datang untuk mencabut aliran listrik di rumah Bakir dan Marsia.
Namun upaya itu gagal usai diprotes warga sekitar. Dalam sepucuk surat dari PLN Sei Rampah akan mencabut aliran listrik ke rumah Bakir dan Marsia.
"Kemarin sempat datang, waktu meteran dicabut listrik masih disambung. Ini karena kita belum urus dan bayar denda mau dicabut. Cuma kita kan protes pas ada keluarga jadi petugas tidak jadi cabut," kata Bakir.
Listrik di rumah Bakir dan Marsia sama sama bertenaga 450 watt. Setiap bulan meraka rutin bayar sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Jumlah itu menurut mereka wajar sebab di rumah hanya ada beberapa perabotan rumah tangga yang menggunakan listrik.
Baik Bakir dan Marsia sama-sama tidak tau jika ada kesalahan pada meteran listrik di rumahnya. Lagian kata mereka, petugas juga tidak pernah melakukan pengecekan lapangan.
Keduanya yang setiap hari mendapatkan penghasilan sebagai penjual kerupuk keliling merasa denda yang dikenakan PLN sangat memberatkan.
"Kita makan saja pas pas, disuruh bayar denda, saya tida mau. Saya tidak pernah tau dan melakukan kesalahan. Jadi saya sebagai konsumen keberatan jika tiba-tiba diputus dan disuruh denda. Uang saya dari mana. Sekarang ini listrik dari sambungan yang kemarin itu," tutup Bakir.
PLN Enggan Beri Penjelasan
Unit Pelayanan Perusahaan Listrik Negara (UPL PLN) Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai mengakui melakukan kesalahan soal pemutusan meteran listrik dua warga secara sepihak oleh petugasnya.
Usai mengakui kesalahannya, PLN Sergai pun akhirnya memasang kembali meteran listrik di rumah Marsia (62) dan Abdulah Bakir (73).
Kepada kedua warga yang mendatangi kantornya, Kepala PLN Sergai Ahmad Soddikun mengakui adanya kesalahan terkait pencopotan meteran listrik.
Soddikun yang dikonfirmasi melalui telepon terkait hal tersebut menyebutkan, pihaknya sudah memasang kembali meteran listrik tersebut. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kesalahan yang dilakukan petugasnya.
Ketika dicoba dikonfirmasi di kantornya Soddikun tidak bersedia ditemui. "Sudah selesai itu ya, meterannya udah dipasang kembali," kata Soddikun melalui pesan singkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Marsia-62-dan-Abdulah-Bakir-73-saat-berada-di-PLN-Sei-Rampah.jpg)