Demo Mahasiswa UNPRI

Kisruh Parkir Berbayar di UNPRI, Pihak Kampus Berdalih Buka Lapangan Kerja

Staf Rektorat UNPRI mengatakan bahwa parkir berbayar yang mereka berlakukan berdalih buka lapangan kerja

TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Sejumlah mahasiswa berbaris berhadapan dengan personil kepolisian saat aksi unjuk rasa di depan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Jalan Sampul Nomor 4, Kota Medan, Selasa (20/6) siang. Para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), mengaku hanya ingin suara mereka didengar, setidaknya kampus memberikan keringan terkait kebijakan yang dilakukan, terutama prihal parkir. 

Ketua Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) UNPRI, Ria Anglina Syaputri Sitorus mengatakan ada tiga rekannya yang dipecat oleh kampus.

Sisanya, ada yang diskorsing dan dicabut beasiswanya.

Menurut Ria, tindakan rektorat UNPRI ini tidak dapat dibenarkan.

Baca juga: Mahasiswa UNPRI Di-DO seusai Demo, Tolak Kebijakan Kampus Harus Bayar Parkir Rp 100 Ribu per Bulan

"Yang di DO dari kampus itu, saya, Fine dan Kevin Padang dari Fakultas Pertanian," kata Ria.

Ia mengatakan, pungutan parkir bagi mahasiswa yang dilakukan rektorat ini sangat memberatkan sekali.

Dimana, mahasiswa diminta membeli kartu sebesar Rp 50 ribu.

"Dan pengisian pulsanya seharga Rp 100 ribu. Rp 100 ribu nya tidak bisa dipakai untuk bulan selanjutnya," kata Ria.

Dengan kata lain, lanjut Ria, setiap bulannya mahasiswa wajib mengeluarkan Rp 100 ribu.

"Jika ditotal, mahasiswa wajib mengeluarkan Rp 1,250 juta per tahunnya," kata Ria.(cr26/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved