Viral Medsos
SOSOK Cinta Mega Anggota DPRD DKI dari PDIP Terekam Main Game Saat Paripurna, Pernah Diperiksa KPK
Anggota DPRD DKI Jakarta Cinta Mega itu pun mengakui ia bermain game dalam ruang rapat paripurna, Kamis (20/7/2023).
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN-MEDAN.COM – Sosok Cinta Mega Anggota DPRD DKI dari PDIP Terekam Main Game Slot Saat Paripurna, Pernah Diperiksa KPK.
Cinta Mega merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDIP-P.
Anggota DPRD DKI Jakarta Cinta Mega itu pun mengakui ia bermain game dalam ruang rapat paripurna, Kamis (20/7/2023).
Terciduknya Anggota DPRD DKI Jakarta Cinta Mega bermain game slot online ini pun telah muncul di siaran YouTube DPRD DKI Jakarta dengan judul Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta-20 Juli 2023, d pada menit 23.05-23.09.
Dalam tangkapan layar tersebut, Cinta Mega tengah mengenakan blazer berwarna pink pada saat paripurna tengah berlangsung.
Namun, ia mengaku tidak main game saat rapat berlangsung.
Baca juga: Terungkap Terdakwa Tio Bersama Rekannya Beli Hp Pascatembak Eks Anggota DPRD Langkat
Baca juga: Raffi Ahmad Dikuliti Helmy Yahya : Padahal Gak Punya Bakat, Cuma Lulusan SMA, Kok Bisa Diatas ?
Menurut anggota fraksi PDI-P itu, ia bermain game di tabletnya saat rapat belum dimulai.
"Tadi kan menunggu paripurnanya dari jam 13.00 WIB, bosen," ujar Cinta saat dikonfirmasi, Kamis.
Cinta juga mengatakan, game itu ia mainkan karena telalu lama menunggu rapat yang molor dari jadwal.
Rapat paripurna itu dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB.
Namun baru dimulai sekitar pukul 14.15 WIB.

Adapun rapat itu membahas rancangan peraturan daerah (raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2022.
Saat rapat dimulai, ia menegaskan langsung berhenti bermain game.
Tablet putih itu langsung ia letakkan di atas meja.
Hanya saja, ia mengakui tidak mematikan tablet sehingga gadget milkinya itu masih menampilkan antarmuka game.
Momen itu pun tertangkap.
Baca juga: Sosok Letjen Richard Tampubolon Pernah Rebut Markas OPM dan Sukses Lumpuhkan Sejumlah Pasukan TPN-PB
Baca juga: Kekacauan di Perbatasan Korsel-Korut Gara-gara Tentara AS Nekat Seberangi Korut, Ini Kronologisnya
"Pas paripurna dimulai aku lupa matiin. Jadi tidak main, cuma ditaruh di atas meja," ujarnya.
"Kan keliatan di foto-foto aku tidak main. Dengerin paripurna. Jangan jadi fitnah dong, aku capek nih,”
“Kasian lah sama aku. Aku dah terlalu banyak kena fitnah, masalah," sambungnya.
Cinta pun membantah ia bermain game judi slot melalui tabletnya itu.
Ia mengaku bahwa permainan yang ditampilkan di tabletnya itu merupakan permainan Candy Crush.
"Itu Candy Crush. Kan saya taro di meja bukan dimainkan. Ya mas, tolong ya saya. Kan saya tidak mainkan, coba tanya sama teman-teman, " ujar.
Baca juga: Tol Bengkulu - Taba Penanjung Diresmikan, Presiden Jokowi: Semoga Bisa Mempercepat Mobilitas
Baca juga: Bobby Nasution Sambut Kapolda Sumut yang Baru: Semoga Kinerjanya Bisa Dirasakan Masyarakat
Dilansir Tribun-Medan.com dari pantauan serta rekaman video yang diambil Kompas.com, game yang tampil di tablet Mega berbeda dengan Candy Crush.
Game yang tampil saat rapat sedang berlangsung itu lebih menyerupai game slot judi.
Disisi lain, Anggota DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan itu mengaku dipanggil pengurus partai usai viral tertangkap kamera sedang bermain game slot online saat rapat paripurna, Kamis (20/7/2023).
Namun Cinta Mega tak menjelaskan lebih detail apakah dipanggil DPP PDIP atau DPD PDIP DKI Jakarta.

Pernah diperiksa KPK
Pada akhir April 2023 lalu. Cinta Mega pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait aliran dana dugaan korupsi pengadaan lahan di Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.
Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, Cinta Mega dipanggil penyidik untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tanah tersebut pada Rabu (26/4/2023) lalu.
KPK diketahui tengah mengusut dugaan pengadaan lahan di Pulo Gebang yang dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya tahun 2018-2019.
“Informasi yang kami peroleh, betul ada dugaan demikian (Cinta Mega turut terima aliran dana),” kata Ali dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (27/4/2023) lalu.
Ali mengatakan, saat memeriksa Cinta Mega, penyidik mendalami pembahasan anggaran penyertaan modal daerah Provinsi DKI Jakarta kepada Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
Penyidik juga mengkonfirmasi dugaan aliran uang "panas" dalam pembahasan tersebut. “Dikonfirmasi mengenai dugaan aliran uang yang diterima para pihak dalam pembahasan anggaran dimaksud,” ujar Ali.
Berdasarkan catatan Kompas.com yang dikutip Tribun-Medan.com, Cinta Mega sebelumnya juga telah dipanggil untuk diperiksa.
Pada Kamis (23/2/2023) lalu, ia dan rekannya sesama mantan anggota DPRD DKI Jakarta, Santoso diperiksa sebagai saksi. Keduanya dicecar mengenai pengusulan dan pembahasan anggaran antara Perumda Pembangunan Sarana Jaya dengan DPRD DKI Jakarta. Penyidik juga mendalami dugaan aliran dana dalam pengadaan tanah di Pulo Gebang.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka. Namun demikian, identitas para tersangka baru akan diungkap setelah penyidikan dinilai cukup.
Seiring penyidikan yang terus bergulir, KPK telah melakukan penggeledahan dan sejumlah saksi.
Pada Kamis (17/1/2023) lalu, KPK menggeledah gedung DPRD DKI Jakarta. Mulai dari ruang pimpinan hingga berbagai fraksi digeledah penyidik.
Pada Senin (10/4/2023), KPK memanggil Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Ia mengaku dicecar terkait pembahasan pengadaan lahan di Pulo Gebang.
Prasetyo mengaku, pada kurun waktu tersebut, ia duduk sebagai Kepala Badan Anggaran (Banggar). Namun, ia mengaku tidak mengikuti rapat pengadaan lahan di Pulo Gebang.
Menurutnya, pengadaan tanah itu digunakan untuk program rumah DP Rp 0, sebagaimana pengadaan tanah Munjul yang sebelumnya tersandung korupsi.
"Saya enggak eksis ke pembahasan anggaran itu," ujar Prasetyo Edi saat ditemui awak media di gedung Merah Putih KPK, Senin (10/4/2023).
Kantor Citra Mega Pernah Digeledah KPK
Pada Januari 2023 lalu, Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan terhadap enam ruang kerja di gedung DPRD DKI Jakarta. Penggeledahan yang dilakukan Selasa malam, 17 Januari 2023 itu berhubungan dengan kasus korupsi pengadaan lahan di Pulo Gebang, Jakarta Timur.
“Setidaknya ada enam ruangan yang dilakukan penggeledahan di antaranya ruang kerja di lantai 10, 8, 6, 4, 2 dan staf komisi C DPRD DKI Jakarta,” kata Ali kala itu.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono membenarkan ruang kerja koleganya, Cinta Mega, ikut digeledah KPK.
“Lantai 8 di ruang Bu Cinta Mega, bukan ruang Ketua Fraksi,” kata Gembong Warsono kepada wartawan, Rabu, 18 Januari 2023.
Cinta Mega juga membenarkan ruang kerjanya ikut digeledah KPK.
Anggota Komisi Keuangan DPRD DKI itu mengatakan dirinya sebagai anggota dewan tak tahu menahu soal belanja dinas.
Sebab, hanya membahas seberapa perlunya dinas tersebut diberikan pagu. “Saya akan mendukung jika diperlukan data-data,” ujarnya.
Dari penggeledahan ini, Tim Penyidik KPK menemukan berbagai dokumen dan alat bukti elektronik, yang di antaranya diduga terkait proses pembahasan dan persetujuan penyertaan modal pada Perumda SJ di DPRD DKI Jakarta yang kemudian dipergunakan untuk pengadaan tanah di Pulo Gebang Jakarta.
“Dari penggeledahan ini tim penyidik menemukan berbagai dokumen dan alat bukti elektronik yang di antaranya diduga terkait proses pembahasan dan persetujuan penyertaan modal pada Perumda SJ di DPRD DKI Jakarta yang kemudian dipergunakan untuk pengadaan tanah di Pulo Gebang Jakarta,” jelas Ali Fikri.
Kemudian, pada Februari 2023 lalu KPK juga pernah memanggil sejumlah mantan anggota DPRD DKI Jakarta dalam perkara korupsi pengadaan tanah di Kelurahan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur pada 2018-2019 tersebut.
Salah satunya, Cinta Mega. Politikus PDIP itu dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait dengan kapasitasnya sebagai mantan anggota DPRD Fraksi PDIP periode 2014-2019. Selain Cinta Mega, KPK turut memanggil mantan anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Demokrat Santoso.
“Pemeriksaan dilakukan di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Kuningan Persada Kav-4, Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan, atas nama Cinta Mega, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2014-2019, dan Santoso anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Periode 2014-2019,” ujar Ali melalui keterangan tertulis, Kamis, 23 Februari 2023.
Untuk diketahui, kasus korupsi pengadaan lahan Pulo Gebang ini merupakan pengembangan dari perkara korupsi pengadaan tanah di Munjul. Perkara ini menjerat Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya periode 2016-2021 Yoory Corneles Pinontoan dan kawan-kawan.
PD Sarana Jaya melakukan pengadaan lahan di Pulo Gebang pada 2018-2019. Dua lahan dibeli untuk program pembangunan rumah DP nol rupiah. Nilai pembelian kedua lahan diduga digelembungkan dan merugikan pemerintah. Untuk kasus Munjul, KPK menyatakan pemerintah DKI Jakarta merugi hingga Rp 152 miliar.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca juga: Salah Pilih Skincare, Wajah Konten Kreator ini Gosong, Dua Tahun Tak Keluar Rumah Karena Malu
Baca juga: Keisya Levronka Dituding Pakai Narkoba Gegara Mengacau di Podcast Bareng Marlo, Netizen : Halo BNN
Cinta Mega
Anggota DPRD DKI Jakarta
game slot online
anggota dprd dki jakarta main game slot online
Tribun-medan.com
REKAM JEJAK Brigjen Yusri Yunus, Daftar Jabatan Penting di Polri Pernah Diemban Yusri Yunus |
![]() |
---|
DUDUK PERKARA Oknum TNI Prada SA Ngamuk di Tempat Hiburan Malam, TNI AD Usut Asal Senjata Api |
![]() |
---|
SOSOK Brigjen Yusri Yunus Petinggi Polri Meninggal Tadi Malam, Yusri Rekan Seangkatan Kapolri |
![]() |
---|
Nasib Oknum Polisi M Yunus Tendang Pengendara, Kapolres Prabumulih Diminta Bertindak, Kronologinya |
![]() |
---|
Paniknya Pejabat Ini Tiba-tiba Didatangi Petugas dan Ditangkap, Puluhan Juta Uang di Bawah Meja |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.