Bongkar Makam

Diduga Dibunuh, Tim Forensik Polda Lampung Bongkar Makam Bacaleg Karena Meninggal Tak Wajar

Ketua Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Pesisir Barat Dedi Irawan mendukung pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian A Razak

Editor: Satia
TRIBUN MEDAN/SATIA
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pihak kepoliisan lakukan ekshumasi terhadap jenazah bakal calon legislatif (bacaleg) Pesisir Barat A Razak, Selasa (1/8/2023).

Dalam hal ini, Tim forensik Rumah Sakit Bayangkara Polda Lampung diturunkan untuk kegiatan ini, karena Razak diduga meninggal dunia dengan cara yang tidak wajar.

Dikutip tribunmedan.com dari tribunlampung.co.id, terlihat sejumlah aparat kepolisian dan TNI berjaga di sekitar tempat pemakaman umum di Pekon Rajabasa, Kecamatan Ngaras, Pesisir Barat, Lampung.

Baca juga: Kronologi Siswi SMP Dikeluarkan dari Sekolah Karena Hamil, Ternyata Diperkosa Lansia di Lampung

Sementara pihak keluarga Razak terdengar melantunkan ayat suci Alquran sambil menunggu proses penggalian makam.

Warga sekitar juga ikut menyaksikan proses ekshumasi tersebut.

Sebelumnya, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Pesisir Barat Dedi Irawan mendukung pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian A Razak, salah satu bacalegnya.

"Jika ditemukan ada kejanggalan, tentu kita mendukung kepolisian untuk membuka penyebab kematian almarhum," ungkapnya, Selasa (25/7/2023).

Ia juga mendukung pihak keluarga almarhum terkait permintaan untuk dilakukan ekshumasi.

Baca juga: Polemik Kasus Suap Kabasarnas Hingga Dituntut Mundur Pegawai KPK, Firli Pertahankan Brigjen Asep

Dikatakannya, pihaknya sangat kehilangan atas berpulangnya A Razak, karena ia merupakan bagian dari keluarga besar DPC PPP Pesisir Barat, Lampung.

Ia tak menyangka A Razak akan pergi begitu cepat, terlebih sebelum meninggal almarhum terlihat sehat dan tidak menunjukkan kejanggalan apa pun.

"Kami merasa kehilangan salah satu kader terbaik yang digadang-gadang bakal menduduki salah kursi legislatif," ucapnya.

Makanya, pihaknya sangat terkejut mendapatkan informasi bahwa almarhum telah meninggal secara mendadak.

Baca juga: Anak Ketua DPRD Ambon Aniaya Remaja Hingga Tewas Usai Tegur Korban Bawa Motor Pelan-pelan di Komplek

Terlebih pada saat kejadian waktunya bertepatan dengan hari terakhir verifikasi administrasi bakal calon legislatif.

Namun, terkait penyebab kematian almarhum ia mengungkapkan tidak bisa memberikan tanggapan lebih jauh.

Sebab yang berhak memberikan keterangan kata dia, tentu pihak keluarga atau yang terkait lainya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved