Tribun Wiki

Daftar Kapal Perang Indonesia yang Dilengkapi Senjata Canggih

Indonesia memiliki sejumlah kapal perang yang dilengkapi dengan beragam senjata canggih dan spesifikasi yang mumpuni

Editor: Array A Argus
INTERNET
KRI Kelas Diponegoro 

Kapal ini dilengkapi dengan berbagai sistem senjata dan sensor modern, termasuk meriam OTO Melara kaliber 76 mm sebagai senjata utama.

Selain itu, kapal ini juga dilengkapi dengan rudal anti-kapal Exocet MM-40, rudal anti-pesawat Mistral, dan torpedo A244S.

KRI Kelas Diponegoro
KRI Kelas Diponegoro

Kapal ini memiliki kemampuan untuk melaksanakan berbagai misi, termasuk patroli laut, pengawasan perbatasan, perlindungan terhadap ancaman udara dan bawah air, serta dukungan operasi amfibi. KRI Diponegoro juga dilengkapi dengan helipad untuk operasi helikopter.

Dalam program modernisasi angkatan laut Indonesia, TNI Angkatan Laut memiliki empat korvet SIGMA 9113 kelas Diponegoro.

Kapal-kapal ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan laut Indonesia dan menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.

KRI Diponegoro merupakan salah satu aset penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia 2, serta berperan dalam menjaga stabilitas regional.

Spesifikasi

Panjang: sekitar 91,3 meter

Lebar: tidak tersedia dalam sumber yang diberikan

Berat: sekitar 1.700 ton

Kecepatan maksimum: tidak tersedia dalam sumber yang diberikan

Jarak jelajah: tidak tersedia dalam sumber yang diberikan

KRI Diponegoro dan kapal-kapal dalam kelas ini memiliki kemampuan untuk melaksanakan berbagai misi, termasuk patroli laut, pengawasan perbatasan, perlindungan terhadap ancaman udara dan bawah air, serta dukungan operasi amfibi.

KRI Kelas Fatahillah

KRI Kelas Fatahillah adalah kelas kapal perusak kawal berpeluru kendali (PKR) milik TNI Angkatan Laut Indonesia.

Kapal pertama dalam kelas ini adalah KRI Fatahillah (361).

Kapal-kapal dalam kelas ini dirancang untuk memiliki kemampuan pertahanan laut yang kuat dan dilengkapi dengan sistem senjata dan sensor modern.

KRI Fatahillah (361) memiliki berat sekitar 1.450 ton.

Kapal ini dilengkapi dengan berbagai senjata, termasuk meriam, rudal anti-kapal, dan rudal anti-pesawat.

Kapal ini juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan misi patroli laut, pengawasan perbatasan, dan perlindungan terhadap ancaman udara dan bawah air.

KRI Kelas Fatahillah
KRI Kelas Fatahillah

Kelas Fatahillah juga mencakup kapal lainnya, seperti KRI Malahayati (362) dan KRI Nala (363).

Kapal-kapal dalam kelas ini merupakan aset penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia, serta berperan dalam menjaga stabilitas regional.

Spesifikasi

Berat: 1.450 ton

Panjang: 83,85 meter

Lebar: 11,10 meter

Draft: 3,30 meter

Tenaga penggerak: 2 shaft

KRI Kelas Bung Tomo

KRI Kelas Bung Tomo adalah kelas kapal perusak kawal berpeluru kendali (PKR) milik TNI Angkatan Laut Indonesia.

Kelas ini terdiri dari beberapa kapal, termasuk KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358).

KRI Bung Tomo (357) dinamai setelah Sutomo, pemimpin gerilya Indonesia selama Pertempuran Surabaya.

KRI John Lie (358) dinamai untuk mengenang John Lie, orang Indonesia keturunan Tionghoa pertama yang dihormati sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, yang juga merupakan salah satu komandan angkatan laut tingkat tinggi pertama selama Revolusi Nasional Indonesia.

KRI Kelas Bung Tomo
KRI Kelas Bung Tomo

Kapal-kapal dalam kelas Bung Tomo dilengkapi dengan berbagai sistem senjata dan sensor modern.

Mereka memiliki kemampuan pertahanan laut yang kuat dan dapat melaksanakan berbagai misi, termasuk patroli lepas pantai, pengawasan perbatasan, dan perlindungan terhadap ancaman udara dan bawah air.

Spesifikasi

Jenis 23: Kapal patroli lepas pantai jenis korvet

Panjang 23: Tidak disebutkan dalam sumber yang tersedia

Lebar: Tidak disebutkan dalam sumber yang tersedia

Daya Pemindahan: 2.000 ton

Persenjataan: 1 x Meriam Oto Melara 76mm, 2 x Senapan Mesin Berat 20mm 4, 2 x Peluncur Rudal Permukaan ke Udara

Anak buah kapal 4: Tidak disebutkan dalam sumber yang tersedia

KRI Kelas Makassar

KRI Kelas Makassar adalah kelas kapal perang LPD (Landing Platform Dock) yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia berdasarkan lisensi dari Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Korea Selatan.

Kelas ini terdiri dari beberapa kapal, termasuk KRI Makassar (590), KRI Surabaya (591), dan KRI Banjarmasin (592).

Kapal-kapal dalam kelas Makassar memiliki kemampuan untuk mengangkut dan mendaratkan pasukan, peralatan, dan kendaraan tempur di pantai.

Mereka juga dilengkapi dengan fasilitas untuk mendukung operasi amfibi, termasuk helipad untuk helikopter dan ruang bawah tanah untuk menyimpan kendaraan amfibi.

KRI Kelas Makassar
KRI Kelas Makassar

Spesifikasi

Panjang 32: sekitar 122 meter

Lebar: sekitar 22 meter

Daya pindah: sekitar 7.300 ton

Kecepatan maksimum: sekitar 16 knot

Persenjataan: Meriam 76mm, Rudal anti-kapal, dan Senjata anti-udara

Kelas Makassar telah terbukti dalam berbagai misi dan menjadi aset penting dalam kemampuan amfibi TNI Angkatan Laut Indonesia.

KRI Kelas Sigma

KRI Kelas Sigma adalah keluarga kapal angkatan laut modular buatan Belanda, baik untuk ukuran korvet atau fregat yang dirancang oleh Damen Group.

Kelas Sigma terdiri dari beberapa kapal, termasuk KRI Diponegoro (365), KRI Sultan Hasanuddin (366), KRI Frans Kaisiepo (368), dan lainnya.

Spesifikasi dan kemampuan kapal dalam kelas Sigma dapat bervariasi tergantung pada versi dan konfigurasi masing-masing kapal.

Namun, umumnya kapal-kapal dalam kelas Sigma dilengkapi dengan sistem senjata dan sensor modern, termasuk meriam, rudal permukaan-ke-udara, sonar, radar, dan sistem komunikasi canggih.

Mereka juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan berbagai misi, termasuk patroli laut, pertahanan udara, dan operasi amfibi.

KRI Kelas Sigma
KRI Kelas Sigma

Spesifikasi

Panjang: sekitar 90 meter

Lebar: sekitar 13 meter

Daya pindah: sekitar 2.365 ton

Kecepatan maksimum: sekitar 28 knot

Persenjataan: Meriam 76mm, Rudal permukaan-ke-udara, dan Senjata anti-kapal

KRI Kelas Pandrong

KRI Kelas Pandrong adalah kelas kapal perang cepat (Fast Patrol Boat/FPB) yang merupakan bagian dari TNI Angkatan Laut Indonesia.

Kelas Pandrong terdiri dari beberapa kapal, termasuk KRI Pandrong (801) dan KRI Sura (802).

Kapal-kapal dalam kelas Pandrong merupakan kapal cepat dengan panjang sekitar 57 meter.

Mereka dilengkapi dengan berbagai sistem senjata dan sensor modern, termasuk rudal anti-kapal C-802.

Kapal-kapal ini memiliki kemampuan untuk melaksanakan berbagai misi, termasuk patroli laut, pertahanan udara, dan operasi amfibi.

KRI Kelas Pandrong
KRI Kelas Pandrong

Spesifikasi

Panjang: sekitar 57 meter

Persenjataan: Dilengkapi dengan rudal anti-kapal C-802 buatan Tiongkok

Kemampuan: Melaksanakan patroli laut, pertahanan udara, dan operasi amfibi

KRI Kelas Teluk Bintuni

KRI Kelas Teluk Bintuni adalah kelas kapal pendaratan tank (Landing Ship Tank/LST) milik TNI Angkatan Laut Indonesia.

Kelas Teluk Bintuni terdiri dari beberapa kapal, termasuk KRI Teluk Bintuni (520), KRI Teluk Kendari (518), dan lainnya.

Kapal-kapal dalam kelas Teluk Bintuni dirancang khusus untuk mengangkut dan mendaratkan tank dan kendaraan militer berat ke pantai.

Mereka memiliki kemampuan untuk mengangkut dan mendaratkan tank, kendaraan amfibi, dan personel militer dengan menggunakan rampa di bagian depan kapal. Kapal-kapal ini juga dilengkapi dengan berbagai sistem pendukung, seperti kran dan peralatan bongkar muat.

KRI Kelas Teluk Bintuni
KRI Kelas Teluk Bintuni

Spesifikasi

Panjang: sekitar 120 meter

Lebar: sekitar 17 meter

Daya pindah: sekitar 7.000 ton

Kecepatan maksimum: sekitar 16 knot

Persenjataan: Dilengkapi dengan meriam 40 mm dan senjata mesin 12,7 mm

Kapasitas: Mampu mengangkut tank, kendaraan amfibi, dan personel militer

KRI Kelas Teluk Jakarta

KRI Kelas Teluk Jakarta adalah kelas kapal pendarat tank (Landing Ship Tank/LST) milik TNI Angkatan Laut Indonesia.

Kelas Teluk Jakarta terdiri dari beberapa kapal, termasuk KRI Teluk Jakarta (541) yang merupakan kapal kesebelas dari kelas Teluk Gilimanuk.

KRI Kelas Teluk Jakarta
KRI Kelas Teluk Jakarta

Kapal-kapal dalam kelas Teluk Jakarta awalnya merupakan kapal perang jenis kapal pendarat kelas Frosch yang berasal dari Jerman Timur.

Setelah tiba di Indonesia 3, TNI Angkatan Laut mengubah nama dan nomor kapal-kapal tersebut serta memasukkannya dalam kelas Teluk Gilimanuk.

Itulah daftar kapal perang Indonesia yang ada saat ini dan masih dioperasikan.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved