Muhammadiyah Apresiasi Kapolda Sumut yang Berani Tangkap Samsul Tarigan dan Ratakan SKY Garden

Muhammadiyah Sumut memberikan apresiasi terhadap Kapolda Sumut yang menangkap Samsul Tarigan dan memberantas narkoba

Editor: Jefri Susetio
Tribun Medan/Fredy
Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi menyatakan pihaknya sudah menangkap Samsul Tarigan, terduga bandar judi dan narkoba di wilayah Kabupaten Deliserdang dan Binjai. 

"Kita akan dukung penuh komitmen Kapolda Sumut. Kepolisian dan Muhammadiyah dalam jalur yang sama berupa dakwah menegakkan amar maruf nahi munkar serta masyarakat aman dan nyaman," katanya.

Sedangkan, Antropolog Universitas Sumatera Utara, Dr. Firkawin Zuska menyampaikan, pemberantasan narkoba selama ini menjadi masalah yang paling berat dipecahkan.

Namun Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mulai mengurai dan menyelesaikan masalah yang ada.

Kuncinya, tutur Dosen Antropologi itu, penegakkan hukum yang tidak setengah-setengah, dan dijalankan secara konsisten serta konsekuen.

Selama ini, penegakkan hukum itu yang masih kurang, tak berani mengungkap, tentu tak bisa diproses sesuai aturan berlaku.

"Jika itu ditegakkan, proses hukum tersebut, maka lama-lama narkoba di Sumut akan berkurang drastis. Narkoba sudah jadi candu, ketagihan. Masyarakat bukan tak suka, namun tak berani. Apa dilakukan Kapolda Sumut berantas itu semua, kini mendapat apresiasi dari masyarakat," jelasnya.

Ia mengungkapkan, riset-riset Antropologi dilakukan ke desa-desa, ditemukan narkoba itu masalah sudah lama.

Bahkan menjadi tradisi di masyarakat akibat tidak diberantas hingga ke akar-akarnya.

Baca juga: Kapolda Sumut: Kolaborasi Menjadi kunci Suksesnya Agenda Pembangunan Nasional

 

Menurutnya, warga menganggap konsumsi narkoba, jadi pengedar bahkan bandar hal yang bisa. Artinya bukan perbuatan terlarang.

Apalagi, mereka melihat oknum-oknum aparat negara ikut dalam bisnis tersebut.

"Apa dilakukan oleh Polda Sumut, seperti kejutan buat bandar dan pengedar serta pengguna Narkoba. Mereka akhirnya berpikir. Apa telah menjadi tradisi itu memang berat, namun jika ada penegakkan hukum dilakukan secara konsisten, tanpa tebang pilih, maka lama-lama terkikis juga," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved