Indonesia vs Libya
Laga Kedua Lawan Libya, Jangan Terlalu Eksperimental Lagi, STY!
Termasuk yang dialamatkan kepada pemain pendatang baru di Skuat Merah-Putih, Justin Hubner.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com - TIM Nasional Indonesia yang dipersiapkan ke putaran final Piala Asia 2024 kalah dari Libya pada laga uji coba yang digelar di Stadion Titanic Mardan, Antalya, Turki, 2 Januari 2024.
Tak tanggung, Indonesia dibekap empat gol tanpa balas.
Dan sebagaimana yang sudah jadi kelaziman di negeri terkasih ini, hujatan demi hujatan segera berlesatan.
Termasuk yang dialamatkan kepada pemain pendatang baru di Skuat Merah-Putih, Justin Hubner.
Kolom komentar media sosialnya, terutama Instagram, dipenuhsesaki kalimat-kalimat “mengerikan” dari warganet yang mengaku sebagai penonton bola Indonesia, a.k.a suporter timnas.
Perihal hujatan ini sudah barang tentu tak perlu terlalu dipikirkan.
Walau menyedihkan dan menyesakkan, anggap saja angin lalu karena mesti dipahami bahwa kadar intelektual sebagian besar pengguna media sosial di Indonesia masih berada pada batasan itu.
Walau bikin hati miris teriris, harus dimaklumi juga betapa tabiat para suporter olahraga di negeri ini memang demikian –ngamukan dan tak sabaran dan seringkali tidak sungkan menunjukkan ketololan.
Kita cermati perkara lain saja.
Perkara lebih teknis yang barangkali bisa menjawab kenapa empat gol bisa bersarang ke gawang Syahrul Trisna.
Pertama, mari samakan persepsi bahwa pertandingan ini adalah pertandingan persahabatan.
Bertajuk uji coba tanpa embel-embel FIFA Matchday yang berpotensi menambah atau mengurangi poin.
Ini pertandingan yang memungkinkan kedua tim yang berlaga melakukan pergantian pemain sebanyak yang diinginkan.
Tidak ada batasan. Maka Indonesia pun melakukan 10 pergantian. Libya? Lebih banyak. Sebanyak 12 pemain diganti. Bahkan ada pemain pengganti yang diganti kembali.
Iya, sekali lagi, ini “sekadar” laga uji coba. Namun pertanyaannya, apakah lantaran cuma uji coba jadi boleh dianggap tak penting? Tidak juga.
Justru sebaliknya, laga-laga seperti ini penting karena di sinilah pelatih dapat melakukan eksperimen tanpa harus mengkhawatirkan posisi di daftar peringkat FIFA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pelatih-Tim-Nasional-Indonesia-Shin-Tae.jpg)