Indonesia vs Libya

Laga Kedua Lawan Libya, Jangan Terlalu Eksperimental Lagi, STY!

Termasuk yang dialamatkan kepada pemain pendatang baru di Skuat Merah-Putih, Justin Hubner.

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
HO
Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong 

STY agaknya memplot Dimas Drajat menjadi ujung tombak utama.

Saat menurunkannya bersama Struick dan Dendi, posisi nomor 9 diberikan kepada Dimas, sedangkan Struick bergerak lebih bebas.

Dendi sendiri digeser lebih ke pinggir, disiapkan untuk masuk dari sayap, sekaligus diharapkan dapat membantu lini tengah saat mendapatkan serangan.

Rencana ini gagal total. Dimas tidak pernah mendapatkan peluang sementara Struick juga kerap gagal membuka ruang.

Dendi sungguh tak jelas melakukan apa. Menusuk tidak, menguatkan lini tengah juga tidak.

TIM Nasional Indonesia yang dipersiapkan ke putaran final Piala Asia 2024
TIM Nasional Indonesia yang dipersiapkan ke putaran final Piala Asia 2024 kalah dari Libya pada laga uji coba yang digelar di Stadion Titanic Mardan, Antalya, Turki, 2 Januari 2024.

Serangan Indonesia kian tumpul karena di sisi lapangan yang lain, Saddil Ramdhani juga mentok.

Rapinya penutupan area yang dilakukan pemain-pemain tengah dan belakang Libya membuat pergerakan Saddil jadi sangat terbatas.

Beruntung, di sentral lapangan, duet Marc Klok dan Ricky Kambuaya relatif solid. Setidaknya untuk menahan serangan-serangan Libya.

Bagaimana dengan Sananta dan Caraka? Sama parah –untuk tidak mengatakan lebih parah.

Keduanya juga nyaris tanpa peluang. Padahal di babak kedua, secara umum, permainan Indonesia lebih hidup.

Lini tengah lebih kreatif. Namun Sananta, dan terutama Caraka, seperti “linglung” tiap kali mendapatkan bola.

Beberapa kali momentum bagus hilang lantaran mereka terlalu lambat atau salah dalam mengambil keputusan.

Sore ini waktu Turki, atau sekitar pukul 19.00 WIB, Indonesia akan kembali berlaga dengan Libya. Iya, lawan yang sama, tapi kali ini tajuknya berbeda.

Dikabarkan, laga ini berlabel FIFA Matchday. Persisnya, setara FIFA Matchday lantaran masuk kategori atau level satu.

Artinya, apabila menang, Indonesia akan mendapatkan tambahan poin dan sebaliknya pengurangan jika menelan kekalahan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved