Indonesia vs Libya

Laga Kedua Lawan Libya, Jangan Terlalu Eksperimental Lagi, STY!

Termasuk yang dialamatkan kepada pemain pendatang baru di Skuat Merah-Putih, Justin Hubner.

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
HO
Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong 

Shin Tae-yong (STY) juga melakukannya.

Dia bereksperimen, dan di sini letak persoalannya. Eksperimen yang dilakukannya kelewat berani, menjurus ekstrem.

Terutama pada 45 menit paruh kedua. Tidak masalah mengubah skema tiga bek tengah menjadi dua bek.

Namun rasa-rasanya, menurunkan formasi 4-4-2 tanpa gelandang bertahan murni, serta menempatkan pemain sayap bertipikal menyerang dan berkaki kidal sebagai bek kanan, adalah “sesuatu”, dalam pengertian yang cenderung negatif.

Betul bahwa formasi di babak kedua membuat penguasaan bola Indonesia lebih baik dibanding paruh pertama yang sporadis dan individualistik.

STY memasukkan 10 pemain pengganti sekaligus dan data statistik laga memang menunjukkan Indonesia dominan atas Libya. Menit penguasaan bola dan jumlah passing lebih banyak.

Namun fakta lain menunjukkan pula bahwa Indonesia jelek sekali dalam hal akurasi.

Umpan-umpan panjang, direct ball yang dikirim Hubner, Ivar Jenner dan Marselino Ferdinand, yang sesungguhnya “cantik”, selalu gagal berkembang jadi peluang lantaran keeping ball pemain penerima yang buruk.

Bola lepas dan direbut lawan. Untungnya, Libya tidak bagus dalam serangan balik. Mereka tidak punya pemain cepat yang bisa melakukan tusukan mematikan.

Masalah lain adalah jarak antar pemain juga terbilang jauh. Satu situasi yang sesungguhnya haram terjadi pada tim yang menerapkan strategi bola-bola pendek.

Bagi pemain seperti Hubner, yang terbiasa bermain dalam gap yang rapat (antar pemain maupun antar lini), adanya jarak ini tentu sangat membingungkan.

Ia baru terbang dari Wolverhampton, Inggris, selepas momentum pergantian tahun dan bergabung dengan skuat di Turki kurang dari 24 jam dan langsung dihadapkan pada situasi begini.

Hubner gamang, kelimpungan, dan akhirnya melakukan dua kesalahan fatal yang berbuah gol bagi Libya.

Lini depan juga meninggalkan problem. STY membawa lima pemain depan di pemusatan latihan ini: Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, Rafael Struick, Dimas Drajat, dan Dendi Sulistiawan.

Tiga nama terakhir diturunkan di babak pertama sedangkan Sananta dan Caraka diduetkan di babak kedua.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved