Pemilu 2024
Suara PSI Meroket dalam Semalam, PPP Ungkap 2 Modus Loloskan Partai Anak Jokowi ke Senayan
Suara meroket dalam semalam, PPP ungkap dua modus loloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Senayan dengan beberapa cara yakni
TRIBUN-MEDAN.COM – Suara meroket dalam semalam, PPP ungkap dua modus loloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Senayan.
Adapun Ketua Majelis PPP Romahurmuziy atau Gus Romi, menyebut terdapat dua modus untuk meloloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Senayan.
Seperti diketahui, PSI sedang menjadi sorotan karena perolehan suara hasil pemilunya berdasarkan hitung manual (real count) Komisi Pemilihan Umum (KPU) melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.
Gus Romi pun mengungkap dua modus meloloskan PSI ke parlemen.
“(Modus pertama) memindahkan suara partai yang jauh lebih kecil yang jauh dari lolos PT (parliamentary threshold) kepada coblos gambar partai tersebut dan/atau memindahkan suara tidak sah menjadi coblos gambar partai tersebut,” kata Gus Romi, Minggu (3/3/2024) dilansir Tribun-medan.com dari Kompas.com
Gus Romi mengungkapkan, sejak sebelum pemilu ia telah mendengar informasi mengenai operasi untuk memenangkan PSI oleh aparat.
Targetnya dibebankan ke penyelenggara pemilu di daerah agar partai yang dipimpin putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep itu meraup 50.000 suara di setiap kabupaten/kota di pulau Jawa.
“20.000 suara di tiap kabupaten/kota di luar Jawa,” ujarnya. Operasi itu berjalan dengan membiayai organisasi masyarakat (Ormas) kepemudaan tertentu yang pernah dipimpin salah seorang menteri.
Salah satu agenda mereka adalah memobilisasi masyarakat agar mencoblos logo PSI di surat suara.
“Setidaknya itu yang saya dengar dari salah satu aktivisnya yang diberikan pembiayaan langsung oleh aparat sebelum Pemilu,” jelas Gus Romi.
Dalam perjalanannya ternyata operasi itu tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkan. Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei suara PSI jauh di bawah ambang batas parlemen, yakni di angka 2 persen.

Berdasarkan pengamatan terhadap Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU beberapa hari terakhir, kata Gus Romi, sejumlah surveyor mengendus keganjilan.
Di antara keganjilan itu adalah suara PSI yang melesat tajam menyimpang dari garis kewajaran.
Dalam Sirekap, terdapat data input dari 110 hasil tempat pemungutan suara (TPS) yang menyumbang sekitar 19.000 suara bagi PSI.
Artinya, setiap TPS diperkirakan terdapat 173 pemilih PSI. Hal ini dinilai tidak masuk akal karena partisipasi pemilih jika diasumsikan seperti 2019, maka suara setiap TPS hanya 81,69 persen dari 300 suara, atau 245 suara per TPS.
Dengan demikian, presentase PSI per TPS mencapai 173 suara sementara semua partai lainnya hanya 29 persen.
“Sebuah angka yang sangat tidak masuk akal mengingat PSI sebagai partai baru yang tanpa infrastruktur mengakar dan kebanyakan caleg RI-nya saya monitor minim sosialisasi ke pemilih,” ujar Gus Romi.
Adapun lonjakan suara PSI mulai terjadi dari hanya 2,86 persen atau 2.171.907 suara pada Kamis (29/2/2024) pukul 10.00 WIB menjadi 3,13 persen atau 2.402.268 suara pada Sabtu (2/3/2024) pukul 15.00 WIB.
Dalam jangka waktu yang sama, hasil tempat pemungutan suara (TPS) yang dilaporkan di situs real count KPU bertambah dari 539.084 menjadi 541.324 TPS.
Terdapat tambahan data dari 2.240 TPS. Dari data tersebut, bisa diasumsikan PSI mendapatkan tambahan 203.361 suara dari 2.240 TPS.
Data itu memiliki selisih cukup jauh dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Berdasarkan data hitung cepat Tim Litbang KOMPAS yang sudah terkumpul 100 persen misalnya, PSI hanya meraup 2,8 persen suara.
Baca juga: Dua Anggota Geng Motor yang Bacok Warga Ditangkap, Pelaku Masih di Bawah Umur
Baca juga: Masalah Barcelona Bertambah, Jelang Liga Champions Dua Gelandang Inti Cidera Saat Lawan Bilbao
Real Count Parpol di Pileg 2024: PSI Terus Naik di Sirekap KPU, Suara PPP Kembali Lewati 4 persen
Disisi lain sebelumnya diberitakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali mengupdate data perolehan suara Pileg 2024.
Dari data terbaru KPU Minggu (3/3/2024) pukul 13.00 WIB, ada penambahan kembali suara yang terinput.
Di mana, PPP yang semula turun drastis kini angkanya kembali naik dan diprediksi lolos ke Senayan.
Dari data terbaru, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperoleh real count sementara 4,01 persen yakni 3.080.575 suara.
Sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan perolehan 2.403.210 atau 3,13 persen . Partai lain yang juga lolos yakni Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP) masih bertengger di urutan pertama dengan perolehan suara 12.593.439 suara atau 16,39 %.
Setelahnya ada Partai Golkar dengan perolehan suara 11.564.615 atau 15,05 %; Partai Gerindra dengan perolehan 10.217.906 suara atau 13,3 %; PKB dengan perolehan 8.868.447 suara atau 11,54 ?n Partai NasDem dengan perolehan 7.237.832 atau 9,42 %.
Sementara, di posisi selanjutnya ada PKS dengan perolehan 5.764.302 atau 7,5 %; Partai Demokrat dengan 5.694.264 suara atau 7,41 %; dan PAN dengan perolehan suara 5.342.948 atau 6,95 %.
Sebelumnya, publik dibuat heran dengan kenaikan suara dari PSI.
Pasalnya, Suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tiba-tiba melesat di Sirekap Pemilu 2024 hingga mendekati ambang batas.
Padahal sebelumnya, PSI hanya mendapatkan rata-rata real count sebesar 2 % .
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Terekam CCTV Aksi Maling Motor di Kompleks Tasbih II Jalan Ringroad, Pelaku Sempatkan Minum Kopi
Baca juga: INI PENGAKUAN 4 Wanita Pelaku Bullying-Kekerasan di Batam yang Telah Tersangka dan Ditangkap
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.