Fakta Ketua PSI Norman Lecehkan Buzzernya, Korban Disekap di Kamar Rumah Pribadi

Mulanya, korban yang berasal dari Solo, Jawa Tengah, mendapat lowongan kerja sebagai buzzer dan relawan PSI.

Tayang:
Tribun Jakarta
Gadis korban pelecehan Ketua PSI Jakarta Barat 

Laporan awal W ke Polda Metro Jaya pada 12 Desember 2023 sempat ditolak karena alasan tengah dalam masa Pemilu mengingat Norman saat itu berstatus sebagai caleg PSI.

Hingga akhirnya kuasa hukum W kembali membuat laporan ke Polda Metro Jaya dan diterima pada 10 Januari 2024 dengan nomor laporan STTLP/B/135/1/2024/SPKT POLDA METRO JAYA.

"Dan sekarang masih dalam tahap mengumpulkan bukti-bukti  dari Polda Metro Jaya," kata kuasa hukum W, Tommy Lambuaso.

Tommy menduga Norman tak hanya kali ini saja melakukan aksi pelecehan.

Sebab dari perbincangan antara korban dengan rekan-rekannya di internal PSI, diduga masih banyak korban serupa namun mereka tak berani bersuara.

"Itu hasil komunikasi lah antara klien kami dengan beberapa rekan-rekannya atau teman-temannya yang dia kenal di internal PSI," tuturnya.

Usai kasus ini viral, terduga pelaku pun lalu mundur dari jabatannya.

Sosok Ketua PSI

Sekadar informasi, Anthony Norman Lianto sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD PSI Jakarta Barat.

Ia barusaja mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 26 Maret 2024 setelah kasus dugaan pelecehan yang menyeretnya viral.

Dikutip dari laman Linkedin-nya, politikus berusia 31 tahun ini sebelumnya juga merangkap sebagai Direktorat Sosial DPP PSI.

Anthony diketahui lahir pada tanggal 4 Mei 1992.

Ia merupakan seorang anak tunggal. Orangtuanya, memiliki latar belakang sebagai pedagang.

Anthony pindah ke Melbourne, Australia di usia 16 tahun untuk melanjutkan pendidikan.

Di negara tersebut, Anthony juga meneruskan pendidikan hingga jenjang diploma, S1, hingga S2.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved