Tribun Wiki

Hari Kartini, Simbol Kesetaraan dan Kebangkitan Perempuan Indonesia

Tiap tanggal 21 April menjadi sejarah peringatan Hari Kartini. Hari Kartini adalah simbol kebangkitan perempuan dan kesetaraan

Tayang:
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) Polda Sumut mengenakan pakaian kebaya membagikan takjil kepada warga yang melintasi kawasan Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (21/4/2022). Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Polwan Polda Sumut mengenakan pakaian kebaya saat membagikan takjil di Bulan Ramadan 1443 Hijriah. 

Namun, pemikiran-pemikiran Kartini dalam surat-suratnya tidak pernah bisa dibaca oleh beberapa orang pribumi yang tidak dapat berbahasa Belanda.

Baru pada 1922, Balai Pustaka menerbitkan versi translasi buku dari Abendanon dengan bahasa Melayu yang diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Buah Pikiran.

Setelah itu, pada 1938, salah satu sastrawan bernama Armijn Pane yang masuk dalam golongan Pujangga Baru menerbitkan versi translasinya sendiri dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Baca juga: Sejarah Terjadinya Hari Raya Idul Fitri dan Kemungkinan Lebaran 2030 Dirayakan 2 Kali

Versi milik Pane membagi buku ini dalam lima bab untuk menunjukkan cara berpikir Kartini yang terus berubah.

Beberapa translasi dalam bahasa lain juga mulai muncul, dan semua ini dilakukan agar tidak ada yang melupakan sejarah perjuangan RA Kartini semasa hidupnya.

Pemikiran Kartini banyak mengubah pola pikir masyarakat Belanda terhadap wanita pribumi ketika itu.

Tulisan-tulisannya juga menjadi inspirasi bagi para tokoh-tokoh Indonesia kala itu seperti W.R. Soepratman yang kemudian membuat lagu yang berjudul Ibu Kita Kartini.

Baca juga: Sejarah Buruk PPP pada Pemilu 2024, Padahal di Era Orde Baru Pernah Berada di Peringkat Kedua

Presiden Soekarno kala itu pada tanggal 2 Mei 1964 mengeluarkan instruksi berupa Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964.

Instruksi tersebut berisi penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Selain itu, Soekarno juga menetapkan hari lahir Kartini tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini sampai sekarang.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter    

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved