Sumut Terkini

Genesis Ferdinan Lubis, Pemuda asal Sidikalang Kembangkan Musik Tradisional hingga ke Kalimantan

4 pemuda asal Kota Sidikalang Kabupaten Dairi masih menggeluti alat musik tradisional batak yang kini sudah mulai jarang untuk digunakan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
Genesis Ferdinan Lubis bersama 3 rekannya saat mengisi acara di Kabupaten Dairi. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - 4 pemuda asal Kota Sidikalang Kabupaten Dairi masih menggeluti alat musik tradisional batak yang kini sudah mulai jarang untuk digunakan, Minggu (5/5/2024).

Salah satunya Genesis Ferdinan Lubis bersama 3 rekannya masih memainkan beberapa alat tradisional dari Suku Batak Toba seperti Tagading, Sulim, Ogung, Hasapi, dan Sarune.

Selain memainkan alat tradisional, Genesis bersama rekannya juga memainkan alat musik modern seperti keyboard dan gitar.

Karena itu tak heran jika kelompoknya kerap pekerjaan baik dalam acara adat maupun acara pesta.

"Biasanya sering diundang untuk acara pesta Tugu Silahisabungan, acara orang meninggal, bahkan kalau ada kegiatan di tingkat kabupaten, " ujarnya kepada Tribun Medan.

Tak hanya di Kabupaten Dairi, Genesis bersama rekannya kerap mendapat undangan bermain alat musik di kabupaten tetangga seperti Samosir, Toba, Hingga Padang Sidempuan.

Saat ini, Genesis bersama rekannya telah mendapat undangan untuk mengisi acara di Provinsi Kalimantan.

Rencananya, mereka akan berangkat pada tanggal 5 Juni mendatang dan akan manggung di sana.

"Kami diundang pihak dari sound system. Cuma untuk kapan tanggal mainnya, belum tahu. Cuma kami berangkat dari sini (Kabupaten Dairi) tanggal 5," sebutnya.

Genesis tertarik pada alat musik sejak dirinya masih kecil. Bahkan, dirinya sudah dikenalkan alat musik mulai dari bangku sekolah.

"Saya dulu waktu kecil sekolah di sekolah musik yang ada di tempat saya. Jadi saya sudah dikenalkan alat musik sejak masih kecil, " ungkapnya.

Maka tak heran, jika pria kelahiran tahun 2002 itu masih terus menekuni alat musik sampai ke tingkat antar kabupaten.

Menurutnya, pekerjaan sebagai pemain musik saat ini sudah mencukupi kehidupannya. Terbukti dirinya bisa mengisi acara musik 3 kali dalam waktu satu minggu.

Terkait masalah harga, Genesis tidak mematok harga yang cukup mahal. Untuk alat musik tradisional, pihaknya memasang harga Rp 500 ribu untuk sekali tampi  dan apabila menggunakan alat musik modern, bisa mencapai Rp 1 juta untuk satu kali tampil.

Ia berharap kepada pemerintah khususnya yang ada di Kabupaten Dairi dapat menambah jumlah sekolah musik karena saat ini hanya ada 1 sekolah yang mengajarkan musik kepada muridnya.

"Maunya di tambah lagi sekolah musik di Kabupaten Dairi, sehingga anak - anak muda bisa menyalurkan bakatnya lewat alat musik, " pintanya.

Meskipun demikian, jumlah anak - anak muda yang berada di Kabupaten Dairi dinilai cukup banyak melakukan regenerasi dalam memainkan alat musik khususnya alat musik tradisional.

(Cr7/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved