Ngopi Sore
Apa Kesamaan Mas Anies dan Manchester United?
Apalah yang bisa dilakukan Manchester United dalam tiga menit jika sepanjang 90 menit mereka keteteran?
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
Upaya Anies mentah. Angka 11 (dari 100) sebagai nilai Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan RI, yang dilontar Anies sembari tertawa-tawa pada gelaran debat calon presiden, agaknya kelewat fatal dan dianggap Prabowo sebagai hinaan yang tak mungkin termaafkan.
PDI Perjuangan kemudian menjadi harapan terbesar Anies. Sejumlah petinggi PDI Perjuangan menerima kedatangannya. Beberapa di antaranya memberi sinyal bahwa partai akan mengusung Anies di Pilkada Jakarta. Beberapa lebih spesifik: menyebut Anies sebagai jawaban paling pas untuk melawan jagoan kubu “pemerintah”, Ridwan Kamil.
Sinyal makin kuat tatkala di hari pengumuman nama-nama bakal calon usungan PDI Perjuangan, Anies bertolak ke markas partai mengenakan kemeja merah. Foto-fotonya bersama Rano Karno, figur yang disebut-sebut bakal diusung menjadi wakil gubernur, beredar luas.
Namun sinyal tinggal sinyal. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam pidatonya di acara tersebut, justru melontar kalimat yang sungguh menohok. Bilang Mega, dirinya tidak akan pernah menerima orang-orang yang hanya memanfaatkan PDI Perjuangan.
Tidak mau jadi kader, tidak mau berjuangan bersama, tapi mau numpang perahu. Mega menyindir Anies? Bisa jadi, karena tak sampai 24 jam berselang, PDI Perjuangan, disebut-sebut atas permintaan khusus Sang Ketua Umum, menunjuk Pramono Anung sebagai gubernur usungan. Pram maju bersama Rano Karno.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menentukan tenggat akhir pendaftaran calon pada Kamis, 29 Agustus 2024, pukul 23.59 WIB. Sudah masuk menit-menit akhir. Injury time tanpa opsi perpanjangan lantaran dua pasangan sudah mendaftar –plus satu pasnagan calon lewat jalur nonpartai.
Anies menyerah? Seperti laga Manchester United versus Bayern Munchen di Camp Nou itu, dia terus berlari. Melepaskan umpan ke berbagai sudut lapangan. Dia mendatangi Partai Buruh, mendatangi Hanura, dan (juga dikabarkan kembali mendatangi) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan Pemilu memungkinkan Anies maju lewat partai-partai ini.
Peluang demi peluang pun tercipta. Rumors melejit, PKB bersedia mendukung Anies di Jakarta. Pun Partai Buruh, Hanura, dan Partai Ummat. Poster dukungan, berikut jargon ‘Anies Baswedan Menata Jakarta’ muncul dan tersebar lewat broadcast-broadcast di aplikasi komunikasi pesan WhatsApp dan Telegram.
Peluang lain, PDI Perjuangan secara mendadak diisukan mendukung Anies maju sebagai Gubernur di Pilkada Jawa Barat, berpasangan dengan mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pujiastuti.
Ada juga yang menyebutnya bakal berpasangan dengan Ono Surono, kader PDI Perjuangan, tokoh nelayan Pantura dan Anggota DPR RI periode 2019-2024.
Namun tidak seperti di Camp Nou, sampai Kamis malam, gol belum juga terjadi. Anies Baswedan masih tertinggal dan berada di ambang kekalahan.
Mungkin bukan yang terbesar, tapi sangat boleh jadi yang paling menyakitkan sepanjang kariernya. Kalah tanpa sempat bertanding. Bahkan Manchester United di era Erik ten Hag pun tak pernah mengalaminya.
(t agus khaidir)
| Menteri Zulhas Memanggul Beras |
|
|---|
| Kilas Balik Dinamika Hubungan Prabowo dan Sri Mulyani: Dari Perseteruan, Kolaborasi, dan Reshuffle |
|
|---|
| Macam-macam Teh untuk Gus Miftah |
|
|---|
| VIDEO Wawancara Eksklusif Barry Simorangkir, Lulusan Amerika Menuju Pilgub Sumut, Jadi Cawagub Edy? |
|
|---|
| Syahwat Berkuasa dan Politik Malin Kundang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Anies-dan-Sir-Alex-Ferguson.jpg)