Bayi Dianiaya di Day Care Medan

Pengasuh Day Care yang Diduga Aniaya Balita Dibawa ke Kantor Polisi, Begini Kata Polisi

Seorang balita, menjadi korban dugaan penganiayaan di sebuah tempat penitipan anak atau Day Care di Murni Day Care,

|
TRIBUN MEDAN/HO
Jepretan layar dugaan penganiayaan terhadap balita di tempat penitipan anak atau Day Care, di Murni Day Care, Komplek Al- Abadi, Tanjung Rejo, Medan Sunggal. 

Rupanya, pada 1 Oktober, dia melihat video serupa yang dikirim adiknya, dimana anaknya kembali diduga dianiaya.

Saat itu juga Cici langsung menghubungi pemilik Murni Day Care mencoba memastikan.

"Kemudian, yang kedua tanggal 1 Oktober, puncaknya dikirim lagi video dan saya langsung konfirmasi ke ownernya dan saya kirim video ini, saya telpon kenapa bisa seperti ini cara memberi makan nya. Dilihat dari video itu, anak saya dicubit, disodok sendok, terus owner-nya cuma jawab 'saya coba ke Day Care dulu coba memastikan."


Esok harinya, 2 Oktober, korban sudah tidak dititipkan ke Day Care karena dada dan pipi anaknya memar.

Itu juga dikonfirmasi kepada pemilik Day Care dan pemilik menyatakan sudah memberikan sanksi kepada pengasuh tersebut.

Pemilik juga bilang akan memberikan pengasuh baru untuk anak Cici, tanpa permintaan maaf.

"Tapi pihak ownernya konfirmasi hanya balasan 'baik kak emailnya Kita pindah ke umi yang lain dan pengasuhnya sudah saya kasih SP3',"katanya.

Karena kesal anaknya diperlakukan buruk, Cici langsung membuat laporan ke Polrestabes Medan pada 2 Oktober, beserta melakukan visum di RS Bhayangkara TK II Medan.

Bahkan, ia juga memutus kontrak penitipan anak yang seharusnya dititip sejak 15 Juli hingga 15 Oktober.

Dari situ juga tidak ada permintaan maaf ataupun permintaan menanyakan bagaimana keadaan anak ataupun pengobatan anak tidak ada dan saya tunggu etika baiknya sampai di malam juga tidak ada telepon. 

"Tanggal 2 Oktober saya buat pengaduan ke Polrestabes Medan dan di hari itu juga kami langsung mengecek lokasi kejadian, dan visum di RS Bhayangkara. Setelah itu ditindaklanjuti sampai di tanggal 7 Oktober baru naik bap-nya."

Dugaan penganiayaan yang dilakukan pengasuh Day Care ini diduga dialami anaknya sejak tanggal 20 September lalu.

Hal itu berdasarkan rekaman CCTV yang mereka dapatkan secara langsung, karena diberi akses oleh pemilik kepada orangtua.

Akibat dugaan penganiayaan ini, balita berusia 1 tahun 4 bulan ini mengalami trauma ketika melihat seorang wanita yang berpenampilan mirip seperti pengasuh.

Kemudian, ia juga tidak mau disuapin makan menggunakan sendok besi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved