Breaking News

Setelah Kekalahan Indonesia atas Jepang

Investasi Butuh Kesabaran, Bukan Simsalabim

Investasi membidik kesuksesan jangka panjang, dan oleh karenanya dibutuhkan keberanian dan kesabaran

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUNNEWS
Laga Timnas Indonesia Vs Timnas Jepang dalam laga Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2024). 

TRIBUN-MEDAN.com- Pada suatu hari yang tak biasa, meski tanpa sengaja, saya mendengarkan siaran radio yang mengetengahkan paparan Hermawan Kertajaya tentang investasi.

Ia bicara positioning, bicara diferensiasi, bicara branding. 

Juga segmentasi, targetting, marketing-mix, selling, servis, dan proses.

Sembilan elemen marketing.

Bilangnya, investasi membidik kesuksesan jangka panjang, dan oleh karenanya dibutuhkan keberanian dan kesabaran untuk menerapkan elemen-elemen tersebut secara konsisten.

Saya tidak banyak paham ekonomi dan (apalagi) seluk-beluknya, tapi boleh dibilang sedikit lebih familiar mengenai olahraga, terkhusus sepak bola, dan paparan Hermawan Kertajaya melayangkan ingatan saya kepada Jose Mourinho. 

Timnas Indonesia Vs Jepang dalam laga Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2024)
Timnas Indonesia Vs Jepang dalam laga Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2024) (TRIBUNNEWS)

Persisnya, pada kalimat-kalimat bernada ketus yang dilontarkannya dalam konferensi pers di akhir-akhir masa kepelatihannya di Manchester United. 

Mourinho yang kesal dengan pertanyaan wartawan yang ia anggap menyudutkan, membandingkan skuat yang dilatihnya dengan skuat tetangga, Manchester City.

Ia menyebut Nicolas Otamendi, Kevin de Bruyne, Fernandinho, David Silva, Raheem Sterling, dan Sergio Aguero.

Nama-nama yang diidentifikasi Mourinho sebagai sosok-sosok kunci dalam rangkaian keberhasilan City menguasai Liga Inggris.

Tujuh musim, tiga kali juara, dua runner up, satu kali peringkat tiga dan posisi terburuknya adalah peringkat empat. City, bilang Mourinho, menjadi sangat solid lantaran kesabaran mereka dalam melakukan investasi.

Otamendi, de Bruyne, Fernandinho, Silva, Sterling, dan Aguero, bukan pemain yang baru berseragam City satu dua tahun.

Mereka bagian dari investasi jangka panjang yang dimulai sejak 6 Juli 2007, saat 75 persen kepemilikan saham klub diambil alih pengusaha yang pernah menjabat Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.

Di era Thaksin, revolusi City bermula, yang kemudian dilanjutkan Sheikh Mansour bin Zayed bin Sultan Al Nahyan setahun berselang.

David Silva bergabung dengan City pada 30 Juni 2010 dari Valencia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved