Catatan Sepak Bola

Tuan Patrick yang Bikin Harap-harap Cemas

Jangan terbang terlalu tinggi, kurang lebih bermakna jangan muluk-muluk amat berharap.

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
tribunnews/Irwan Rismawan
AWASI LATIHAN - Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, Patrick Kluivert, mengawasi jalannya latihan skuad Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/3). Indonesia akan menghadapi Bahrain pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia Ronde 3 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Selasa, 25 Maret 2025. 

TRIBUN-MEDAN.com- Orang-orang tua kita dulu pernah berpesan: jangan terbang terlalu tinggi, sekiranya jatuh tak akan terlalu sakit nanti.

Ini pesan yang kesohor. Ibu dan bapak guru kita di SD dulu sudah memberi tahu ke mana arah tujuan dan maksudnya.

Jangan terbang terlalu tinggi, kurang lebih bermakna jangan muluk-muluk amat berharap.

Sekadarnya saja. Sewajarnya, sebab jika tak terwujud, apalagi kenyataannya justru berkebalikan, kekecewaan yang dirasa tidak akan betul-betul memukul.

Dengan kata lain, perlu disadari betapa mimpi paling indah, bagaimana pun, hanya berlangsung dalam lelap tidur. Ia berakhir seketika tatkala terjaga.

BERLATIH - Para pemain Tim Nasional
BERLATIH - Para pemain Tim Nasional Indonesia menjalani sesi latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/3). Indonesia akan menghadapi Bahrain pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia Ronde 3 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Selasa, 25 Maret 2025.

Situasi seperti inilah yang sekarang terjadi.

Harapan suporter Tim Nasional Indonesia yang membubung menembus batas langit, tiba-tiba limbung lalu ambruk terhempas keras. 

Belum sampai hancur, tapi hempasannya terang sangat menyakitkan. Harapan yang terang, yang menyimpan kebahagiaan, berganti harap-harap yang serba mencemaskan. 

Begitulah, sejak Indonesia mengalahkan Arab Saudi 2-0 di Gelora Bung Karno, 19 November 2024, harapan melejit menyentuh titik yang sebelumnya jauh panggang untuk sekadar terbayangkan.

Puraran final Piala Dunia 2026! Hitung-hitungan di atas kertas pun dibuat.

Dengan beragam variabel, diperoleh kemungkinan ini: Indonesia lolos ke puncak perhelatan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, sebagai runner up grup di bawah Jepang, apabila mampu meraih minimal tujuh poin.

Detailnya, satu poin dari Australia di pertandingan tandang 20 Maret 2025, serta masing-masing tiga poin dari Bahrain dan China pada 25 Maret dan 5 Juni 2025.

Kemenangan dari kedua negara ini dikalkulasikan logis lantaran Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

Muluk? Tentu saja! Indonesia cuma negara tier tiga di jajaran rangking FIFA, negara yang masih terlalu hijau untuk kelas persaingan Piala Dunia.

Sementara kompetitor yang hendak disingkirkan untuk mengambil satu jatah tiket ini adalah Australia dan Saudi, para langganan Piala Dunia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved