Catatan Sepak Bola
Tuan Patrick yang Bikin Harap-harap Cemas
Jangan terbang terlalu tinggi, kurang lebih bermakna jangan muluk-muluk amat berharap.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
Tidak juga Ronaldo Luiz Nazario da Lima, atau Fabio Cannavaro, atau Luis Figo. Dia tidak pernah memenangkan Ballon d’Or.
Masuk nominasi pun tidak. Jarak paling dekat Patrick Kluivert dengan tropi ini adalah di tahun 1995, ketika dia berada di peringkat 5, di bawah George Weah, Juergen Klinsmann, Jari Litmanen, dan Alesandro del Piero.
Sebagai pelatih? Lebih parah lagi. Situs transfermarkt mencatatkan namanya di jajaran pelatih Belanda tier tiga.
Pelatih Belanda [garisbawahi dengan tinta tebal dan mencolok], bukan Eropa, apalagi dunia. Namanya tidak ditempatkan satu kelompok dengan Erik ten Hag, Pep Lijnders, Giovani van Bronckhorst atau Mark van Bommel.
Bahkan sejak terakhir kali menangani klub “kacang-kacang” dan dipecat karena kalah terus, Kluivert menganggur sampai datang telepon dari Erick Thohir, yang memintanya hadir untuk wawancara terkait visi dan misi.
Kala itu bertepatan Hari Natal, dan Kluivert datang. Konon, dari empat kandidat yang dihubungi, dia jadi satu-satunya yang datang. Kesungguhan? Mungkin begitu, meski bisa juga lantaran betul-betul sedang butuh pekerjaan.
Upaya PSSI menambah pemain naturalisasi, dan berhasil menjaring Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pellupesy, sedikit banyak mengalihkan perhatian dari keragu-raguan terhadap Patrick Kluivert.
Namun beberapa saat menjelang kick off, saat daftar susunan pemain telah beredar, apa boleh buat, keraguan itu melesat lagi.
Patrick Kluivert mengusung pola empat bek sejajar, dengan satu gelandang bertahan murni, satu box to box, plus satu gelandang serang, untuk menopang dua penyerang sayap dan satu striker tunggal.
Skema yang jelas “Belanda Banget”. Totaal Voetbal sebagaimana yang ia pelajari dari Louis van Gaal, guru besarnya.
Benar saja. Indonesia langsung menggebrak begitu pluit sepak mula ditiupkan. Menggempur dari semua lini.
Sampai kira-kira 15 menit kelihatan baik-baik saja, hingga Pelatih Kepala Australia, Tony Popovic, menyadari betapa garis pertahanan Indonesia begitu tinggi lalu memerintahkan pemain-pemainnya lebih bersabar, menunggu momentum untuk melancarkan pukulan mematikan.
Mereka memilih mengeksploitasi sisi kanan belakang Indonesia yang dikawal Mees Hilgers dan Kevin Diks. Strategi ini mustajab, dan tiga gol bersarang mudah ke gawang Indonesia yang dikawal Marten Paas.
Disadari atau tidak, strategi Popovic sedikit banyak mirip strategi STY. Terapan garis pertahanan rendah lalu mencari celah melancarkan serangan balik cepat.
Indonesia nyaris menekuk Australia di Jakarta dengan pola ini, dan Popovic yang menggantikan Graham Arnold, menggunakannya untuk menghancurkan Indonesia.
Nasi sudah jadi bubur. Kekalahan telak dari Australia memupus harapan Indonesia lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Posisi runner up hampir tidak mungkin lagi diraih.
Kecuali jika di laga tersisa, Australia dan Arab Saudi selalu gagal meraih poin penuh, dan sebaliknya, Indonesia terus menang, termasuk kontra Jepang.
Ini syarat mutlak. Wa bil khusus melawan Bahrain dan China. Sekiranya pun nanti tetap jadi pesakitan di hadapan Jepang, paling tidak, tambahan enam poin menjaga potensi Indonesia melangkah ke ronde (kualifikasi) empat.
Persoalannya di sini. Ketidakcakapan Tuan Patrick dalam menurunkan strategi terapan, sekarang mempertebal keraguan.
Harapan yang tadinya tinggi membubung kini berganti kecemasan. Masih berharap, tapi cemas. Bahrain pasti sudah memelototi kebapukan Indonesia di Sidney.
Di lain sisi, Patrick Kluivert pernah punya pengalaman buruk. Saat masih melatih Tim Nasional Curacao, pada laga uji coba yang digelar 6 Oktober 2021, ia dibenam Bahrain empat gol tanpa balas.
Jadi sekiranya Tuan Patrick, Tuan Alex Pastoor, Tuan Denny Lanzaat, atawa entah siapa lagi yang berada di tim kepelatihan yang dipuji habis-habisan oleh Arya Sinulingga ini gagal menemukan solusi, maka kita memang harus legawa, harus berbesar hati, untuk mengucapkan selamat tinggal pada piala dunia.
(T Agus Khaidir)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/AWASI-LATIHAN-Pelatih-Kepala-Tim-Nasional.jpg)