Catatan Sepak Bola

Tuan Patrick yang Bikin Harap-harap Cemas

Jangan terbang terlalu tinggi, kurang lebih bermakna jangan muluk-muluk amat berharap.

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
tribunnews/Irwan Rismawan
AWASI LATIHAN - Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, Patrick Kluivert, mengawasi jalannya latihan skuad Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/3). Indonesia akan menghadapi Bahrain pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia Ronde 3 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Selasa, 25 Maret 2025. 

Namun sampai di sini, rasa-rasamya, hampir semua suporter Indonesia tidak beranggapan demikian.

Pertarungan dengan Saudi bahkan dianggap sudah dimenangkan karena secara head to head Indonesia unggul.

Tinggal Australia, dan skor 0-0 di Gelora Bung Karno pada 18 April 2024, dijadikan tolok ukur pembanding.

Premisnya, laga di Sidney pasti akan lebih berat, tapi dengan persiapan lebih matang niscaya hasil imbang bisa diulang.

Sampai kemudian terjadi belokan yang tidak disangka-sangka. Belokan yang kelewat tajam dan curam hingga menimbulkan guncangan dahsyat.

Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong (STY), dipecat PSSI. Ihwalnya adalah kegagalan Indonesia menembus babak knockout turnamen Piala AFF.

Kala itu, dengan persiapan serba singkat, PSSI menugaskan STY untuk membentuk tim dadakan.

STY, yang tidak punya pilihan selain menyanggupi, kemudian memilih pemain-pemain muda, rata-rata berusia di bawah 22, yang sepenuhnya berasal dari Liga 1 dan bahkan Liga 2.

Status AFF yang tidak termasuk agenda FIFA, memang tak memungkinkan bagi STY untuk mendesak PSSI memaksa klub-klub melepas pemain-pemain terbaik mereka.

Awalnya tidak ada firasat buruk. Suporter menyambut AFF dengan tenang lantaran toh merasa tak mengusung harapan apa-apa.

Juara syukur tak juara, ya, sudah. Pun STY. Sejak awal dia bilang, atas AFF, ia diminta PSSI untuk melahirkan skuad pelapis yang disiapkan turun di ajang-ajang regional Asia Tenggara, termasuk SEA Games.

Namun kita tahu seperti apa akhirnya. Di tengah jalan, sejumlah petinggi PSSI, terutama Exco Arya Sinulingga dan bahkan Ketua Umum Erick Thohir sendiri, mulai mengapungkan pernyataan-pernyataan yang bertolak belakang dari semangat awal pengiriman tim dadakan ini ke AFF.

Mendadak muncul target-target. Arya menampiknya. Dalam banyak kesempatan, termasuk di podcast-podcast yang mengundangnya sebagai pembicara atau yang ia kelola sendiri, Arya bilang target tersebut sudah dibebankan kepada STY sejak dia ditugaskan membentuk tim ke AFF. Hanya saja, memang, tidak disampaikan ke publik.

Begitu juga dengan evaluasi dan sanksi.

Tanggal 6 Januari 2025, PSSI memecat STY. Selain kegagalan di AFF, dalam keterangannya, Erick Thohir menyebut pula faktor komunikasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved