Berita Viral
KAPOLRI Minta Maaf Soal Ajudannya Pukul dan Ancam Tempeleng Satu Per Satu Jurnalis di Semarang
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara soal pemukulan dan pengancaman jurnalis di Kota Semarang.
"Kami menuntut permintaan maaf terbuka dari pelaku dan mendesak institusi Polri untuk memberikan sanksi tegas."
"Kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan menjadi budaya," tegasnya.
Kronologi Kekerasan Terhadap Jurnalis oleh Ajudan Kapolri
Peristiwa bermula saat sejumlah jurnalis dan humas meliput kegiatan Kapolri di Stasiun Tawang Semarang.
Saat itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendekati salah satu penumpang yang duduk di kursi roda di area stasiun.
Sejumlah jurnalis, termasuk pewarta foto dan tim humas dari berbagai lembagamelakukan peliputan dan mengambil gambar dengan jarak yang wajar.
Situasi tiba-tiba berubah tegang ketika salah satu ajudan Kapolri meminta para jurnalis mundur.
Namun, permintaan tersebut tidak disampaikan dengan cara sopan.
Sebaliknya, ajudan tersebut secara kasar mendorong para jurnalis dan humas di lokasi.
Merasa situasi semakin tidak kondusif, seorang pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto, Makna Zaezar memutuskan untuk menjauh dan berpindah ke area peron.
Namun, ajudan yang sama mengejar Makna Zaezar dan melakukan tindak kekerasan, memukul kepala korban menggunakan tangan.
Tak hanya itu, ajudan tersebut melanjutkan tindakannya dengan mengancam jurnalis lain yang berada di lokasi.
“Kalian pers, saya tempeleng satu-satu,” tukas ajudan Kapolri itu.
Selain itu, beberapa jurnalis lain juga melaporkan mengalami kontak fisik dengan didorong dan intimidasi verbal.
Bahkan, salah seorang jurnalis perempuan mengaku hampir dicekik oleh petugas yang sama.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Jenderal Listyo Sigit Prabowo
ajudan Kapolri
Tribun-medan.com
| SOSOK Fenando Debt Collector Pinjol Minta Maaf Prank Damkar Demi Teror Nasabah, Takut Dipolisikan |
|
|---|
| PENJELASAN KAI Soal Penumpang Diduga Dilecehkan Sesama Jenis di KRL, Diselesaikan Kekeluargaan |
|
|---|
| Kaki Diikat, Pengasuh Daycare Little Aresha Juga Tutup Mulut Anak Saat Nangis: Biar Mama Gak Dengar |
|
|---|
| CERITA Korban ke Ibunya Selama Dititip di Daycare Jogja: Ditaliin Kaki Badan Terus Mulut Ditutup |
|
|---|
| AWAL Mula Sopir Angkot Dibakar Teman, Cekcok Pelaku tak Terima Ditegor Usai Serobot Anteran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kapolri-Jenderal-Polisi-Listyo-Sigit-Prabowo-bersama-Panglima-TNI-Jenderal-TNI-Agus-Subianto.jpg)