Berita Viral

Razman Nasution Cecar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait Ormas GRIB: Anda Selalu Cuap-cuap

Jangan Dedi Mulyadi bicara, anda marah apa, anda siapa? Apa pernah Ormas GRIB menyakiti anda? Apa ada ormas-ormas lain yg membenci anda?

Tayang:
Kolase Tribun/Grid/YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
RAZMAN SINDIR GUBERNUR JABAR - Kolase foto Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Razman Nasution. Mewakili GRIB Jaya, Razman Nasution menyinggung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang dinilai bekerja di luar dari tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai pamong praja. 

Lantas, Gabryel pun memberikan komentar keras agar Dedi Mulyadi tidak selalu mencari alat untuk membuat konten di media sosial.

“Jadi kembali lah Gubernur sebagai tupoksinya, silakan Gubernur membangun Jawa Barat ngurusi permasalahan di Jawa Barat ini yang seabreg-abreg, tapi jangan selalu mencari alat buat konten, jadi sebagai gubernur aja tupoksinya, jadi jangan lompat pagar,” komentar Gabryel.

Menurutnya, biarlah kasus pembakaran mobil polisi menjadi ranah dari pihak penegak hukum dan gubernur tak mengintervensi.

“Karena tugas penegakan hukum itu ada di APH (Aparat Penegak Hukum) jadi terkait kasus Depok serahkan saja, kami juga tidak mengintervensi kok, serahkan aja ke pihak kepolisian karena di situ bukan kami membela diri, terbukti kok tidak ada yang ber-KTA GRIB," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat meninjau langsung TKP pembakaran 3 mobil polisi di Kawasan Harjamukti Cimanggis, Depok.

Usai mendatangi lokasi Dedi Mulyadi juga menyambangi Polres Metro Depok bertemu Kapolres Metro Depok dan Wali Kota Depok.

"Saya sudah menitip pesan ke warga agar tidak membuat gaduh, rusuh, harus menjunjung tinggi adat dan istiadat masyarakat Jawa Barat yang mengedepankan semangat silih asah, silih asih, silih asuh," kata Dedi di Polres Metro Depok pada Selasa (22/4/2025).

Sebelumnya polisi telah menetapkan 6 orang tersangka perusakan dan pembakaran 3 mobil polisi di Depok.

Lebih lanjut Gubernur Jawa Barat Dedi berpesan ke Wali Kota Depok memperhatikan keluarga pelaku.

"Ayahnya berbuat kriminal, tetap proses hukumnya harus berjalan. Tetapi aspek sosial yang ditimbulkan karena penahanan ayahnya, misalnya ada anak yang masih sekolah, ada istri yang kehilangan penghasilan dari suaminya, kehilangan pekerjaan," jelas Dedi.

 

(*/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved