Breaking News

Berita Viral

PEMICU Sebenarnya Penganiayaan Ojol, Bukan karena Telat 5 Menit, Tapi 8 Menit

Inilah pemicu sebenarnya pria berinisial T aniaya driver shopeefood di Yogyakarta yang disebut karena telat lima menit.

|
istimewa
Takbirdha Tsalasiwi Wartyana (TTW) alias Birdha yang diduga menganiaya driver ShopeeFood. Kini Birdha telah menyampaikan permohanan maaf. (Istimewa) 

Nur Salim sebelumnya menyampaikan bahwa T memesan kopi melalui aplikasi pada pukul 18.00 WIB dan pesanan tersebut tiba pada pukul 21.30 WIB.

Namun, ia mengakui bahwa informasi tersebut ternyata salah.

"Dengan tulus hati minta maaf bahwa informasi saya terkait pengiriman order dari ShopeeFood, itu ternyata salah," ujar Nur Salim melalui chat WhatsApp (WA) pada Minggu (6/07/2025).

Ia menjelaskan bahwa informasi yang diterimanya memang simpang siur, sehingga terjadi kesalahan dalam penyampaian.

"Karena ada info yang mengatakan satu jam keterlambatan, ada yang menyatakan lima menit," tuturnya. Insiden antara pelanggan dan driver ShopeeFood terjadi di Bantulan, Sidoarum, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, pada 3 Juli 2025.

Pelanggan merasa kesal karena keterlambatan pengantaran pesanan. Buntut dari insiden tersebut, pada 5 Juli 2025, sekelompok driver mendatangi rumah pelanggan di Bantulan.

Head of Business Development ShopeeFood Indonesia, Rizkyandi Ramadhan, memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

Ia menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di sistem terkait informasi keterlambatan pengiriman pesanan.

"Berdasarkan hasil pengecekan sistem, tercatat keterlambatan maksimal 8 menit," ujar Rizkyandi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (6/07/2025).

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh kendala lalu lintas.

Rizkyandi menyayangkan insiden yang menimpa mitra pengemudi pada 3 Juli 2025 dan juga peristiwa yang terjadi sebagai dampak dari insiden tersebut. 

"ShopeeFood sangat menyayangkan dan prihatin atas insiden yang menimpa mitra pengemudi kami di Yogyakarta pada 3 Juli 2025," ucapnya.

Rizkyandi menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polresta Sleman untuk memberikan dukungan yang diperlukan selama proses penyelidikan.

"Kami juga memastikan mitra pengemudi yang terdampak mendapatkan penanganan dan pendampingan yang diperlukan," ungkapnya.

Rekaman video insiden kemudian beredar luas di berbagai platform media sosial. 

Halaman
1234
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved