Berita Asahan Terkini
Oknum Pengabdi Pesantren di Kisaran Peras dan Ancam Bunuh Santri
Pelaku RGRS kerap memintai uang kepada korban dengan ancaman akan memukuli hingga dibunuh bila tidak memberikan uang yang dimintanya.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
Katanya, kini pelaku sudah dikeluarkan dari pesantren dan dikhawatirkan melarikan diri sebelum diamankan oleh petugas.
"Pelaku sekarang sudah tidak di pesantren, dan kami khawatir bisa saja dia kabur. Siapa yang bisa menjamin dia memenuhi panggilan," katanya.
Sementara, korban yang melaporkan peristiwa ini baru satu orang, namun didampingi dua saksi anak.
"Tapi, berdasarkan keterangan korban ini, ada puluhan anak lainnya menjadi korban si pelaku. Tapi sudahlah, kami fokus kepada anak-anak ini, karena mereka trauma. Jadi kami melakukan home schooling bagi para anak-anak ini," katanya.
Ia berharap, Polres Asahan segera mengamankan pelaku karena sudah kembali mengancam korban anak lainnya.
"Ada satu anak yang diancamnya mau dibunuh kalau terlihat di Kota Tanjungbalai. Karena si pelaku orang Tanjungbalai, si anak ini rumah ibunya di Tanjungbalai. Kalau terlihat, anak ini akan dibunuh, begitulah ancamannya," pungkasnya.
(cr2/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| 2 Petugas Bakrie Sumatera Plantation Ditembak saat Patroli di Lokasi Sengketa di Asahan |
|
|---|
| Akses Jalan 20 Tahun Rusak, Puluhan Emak-emak di Asahan Blokir Jalan |
|
|---|
| FF Sekap Mahasiswi setelah Permintaan Berhubungan Intim Ditolak, Pelaku Diringkus Polres Asahan |
|
|---|
| Buntut Sopir Panik, Innova Dihantam Kereta Api Putri Deli di Perlintasan tanpa Palang di Asahan |
|
|---|
| 18 SPPG Kabupaten Asahan Ditutup Sementara, Siswa Tak Dapat MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Santri-Korban-Pemerasan-Pengabdi-Pesantren-di-Kisaran_.jpg)