Berita Asahan Terkini
BEM Universitas Asahan Bahas Isu Nasional, Tuntut Stop MBG dan Militerisme di Ranah Sipil
Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyatukan persepsi terkait tuntutan masyarakat yang dinilai harus segera disuarakan oleh elemen mahasiswa.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Asahan (UNA) menggelar konsolidasi internal di jajaran kampus guna membahas berbagai isu nasional yang menjadi keresahan masyarakat saat ini.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyatukan persepsi terkait poin-poin tuntutan masyarakat yang dinilai harus segera disuarakan oleh elemen mahasiswa.
Ketua BEM Universitas Asahan, Patria Sahdan, menerangkan bahwa saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan isu-isu nasional yang berdampak langsung ke masyarakat Kabupaten Asahan maupun daerah lain.
Rumuskan Enam Tuntutan Nasional Termasuk Kritik Anggaran Negara
Berdasarkan hasil rumusan yang dilakukan oleh sekumpulan mahasiswa tersebut, terdapat enam poin penting yang dinilai menjadi masalah krusial bagi Indonesia saat ini.
"Yang pertama kami membahas terkait untuk diberhentikannya pemborosan APBN, program MBG dan pembangunan Koperasi desa merah putih," kata Patria Sahdan pada Rabu (17/6/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jajaran mahasiswa juga secara tegas meminta penghentian praktik militerisme di ranah sipil.
Selain itu, mereka mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset bisa segera disahkan oleh pihak legislatif.
"Yang paling penting, Prabowo berhenti mengelak dan mengakui saja kesalahannya," tegas Sahdan saat menyampaikan poin-poin rumusan mahasiswa.
Desak Pembatalan Proyek Menara Masjid Agung dan Rumah Sakit Multiyears
Tidak hanya fokus pada problematika nasional, Ketua BEM Universitas Asahan juga turut menyoroti sejumlah isu strategis yang terjadi di tingkat daerah.
Ia meminta agar proyek pembangunan menara pandang di Masjid Agung Ahmad Bakrie Kisaran untuk tidak dilanjutkan kembali.
"Kecewa karena kami menilai, anggaran yang dikucurkan ke menara tersebut sangat fantastis," ucap Sahdan mengkritisi alokasi dana proyek.
"Kami meminta agar penegak hukum periksa pihak yang telah menghambur-hamburkan uang negara tersebut," sambungnya mendesak proses audit.
Selain masalah menara pandang, proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) yang hingga saat ini belum kunjung selesai juga diminta untuk segera dihentikan.
Mahasiswa pun mendesak agar rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di wilayah tersebut segera dibatalkan oleh pemerintah daerah.
Hal itu dikarenakan sistem pembangunan fisik proyek tersebut menggunakan skema tahun jamak (multiyears) yang diduga berpotensi menghambur-hamburkan keuangan daerah.
| Pria Bercelana Loreng Nangis Ditangkap Polisi saat Bawa Sabusabu di Asahan |
|
|---|
| 2 Petugas Bakrie Sumatera Plantation Ditembak saat Patroli di Lokasi Sengketa di Asahan |
|
|---|
| Akses Jalan 20 Tahun Rusak, Puluhan Emak-emak di Asahan Blokir Jalan |
|
|---|
| FF Sekap Mahasiswi setelah Permintaan Berhubungan Intim Ditolak, Pelaku Diringkus Polres Asahan |
|
|---|
| Buntut Sopir Panik, Innova Dihantam Kereta Api Putri Deli di Perlintasan tanpa Palang di Asahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasukan-TNI-ikut-blokade-mahasiswa-demo.jpg)