Berita Asahan Terkini

BEM Universitas Asahan Bahas Isu Nasional, Tuntut Stop MBG dan Militerisme di Ranah Sipil

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyatukan persepsi terkait tuntutan masyarakat yang dinilai harus segera disuarakan oleh elemen mahasiswa.

Tayang:
Kompas.com
TNI BLOKADE MAHASISWA - Massa mahasiswa yang hendak menuju Bundaran HI, diblokade aparat TNI AD dan kepolisian di sebelah selatan Menara BCA, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Jumat (12/8/2026).(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo) 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Asahan (UNA) menggelar konsolidasi internal di jajaran kampus guna membahas berbagai isu nasional yang menjadi keresahan masyarakat saat ini.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyatukan persepsi terkait poin-poin tuntutan masyarakat yang dinilai harus segera disuarakan oleh elemen mahasiswa.

Ketua BEM Universitas Asahan, Patria Sahdan, menerangkan bahwa saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan isu-isu nasional yang berdampak langsung ke masyarakat Kabupaten Asahan maupun daerah lain.

BEM UNIVERSITAS ASAHAN - Patria Sahdan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Asahan menyoroti isu nasional hingga munculnya tuntutan mulai dari berhentikan MBG, hingga militerisme di ranah sipil.
BEM UNIVERSITAS ASAHAN - Patria Sahdan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Asahan menyoroti isu nasional hingga munculnya tuntutan mulai dari berhentikan MBG, hingga militerisme di ranah sipil. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Rumuskan Enam Tuntutan Nasional Termasuk Kritik Anggaran Negara

Berdasarkan hasil rumusan yang dilakukan oleh sekumpulan mahasiswa tersebut, terdapat enam poin penting yang dinilai menjadi masalah krusial bagi Indonesia saat ini.

"Yang pertama kami membahas terkait untuk diberhentikannya pemborosan APBN, program MBG dan pembangunan Koperasi desa merah putih," kata Patria Sahdan pada Rabu (17/6/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jajaran mahasiswa juga secara tegas meminta penghentian praktik militerisme di ranah sipil.

Selain itu, mereka mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset bisa segera disahkan oleh pihak legislatif.

"Yang paling penting, Prabowo berhenti mengelak dan mengakui saja kesalahannya," tegas Sahdan saat menyampaikan poin-poin rumusan mahasiswa.

Desak Pembatalan Proyek Menara Masjid Agung dan Rumah Sakit Multiyears

Tidak hanya fokus pada problematika nasional, Ketua BEM Universitas Asahan juga turut menyoroti sejumlah isu strategis yang terjadi di tingkat daerah.

Ia meminta agar proyek pembangunan menara pandang di Masjid Agung Ahmad Bakrie Kisaran untuk tidak dilanjutkan kembali.

"Kecewa karena kami menilai, anggaran yang dikucurkan ke menara tersebut sangat fantastis," ucap Sahdan mengkritisi alokasi dana proyek.

"Kami meminta agar penegak hukum periksa pihak yang telah menghambur-hamburkan uang negara tersebut," sambungnya mendesak proses audit.

Selain masalah menara pandang, proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) yang hingga saat ini belum kunjung selesai juga diminta untuk segera dihentikan.

Mahasiswa pun mendesak agar rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di wilayah tersebut segera dibatalkan oleh pemerintah daerah.

Hal itu dikarenakan sistem pembangunan fisik proyek tersebut menggunakan skema tahun jamak (multiyears) yang diduga berpotensi menghambur-hamburkan keuangan daerah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved