Dosen Poltekkes Medan Edukasi Ibu Hamil Tentang Periode Emas 1000 HPK
Tim Dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Medan melakukan Pengabdian Masyarakat di Pustu Desa Bangun Sari Baru
Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim Dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Medan melakukan Pengabdian Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Dalu Sepuluh di Pustu Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Sabtu (16/5/2026). Pengabdian masyarakat yang berjudul “Edukasi Ibu Hamil tentang Tumbuh Kembang Janin dan Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Pemenuhan Gizi Seimbang Pada Periode 1000 HPK” ini diketuai oleh Tetty Herta Doloksaribu, dengan anggota Herta Masthalina, Herly Nainggolan, serta dibantu mahasiswa Jurusan Gizi.
Ketua Tim, Tetty Herta Doloksaribu mengatakan, periode Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yaitu sejak janin dalam kandungan (270 hari) hingga anak berusia dua tahun (730 hari) merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak, serta berperan besar dalam menentukan kondisi kesehatan, keberhasilan, dan kesejahteraan anak di masa depan.
Hasil studi yang dilaksanakan tim pengabdi di salah satu desa Wilayah Kerja Puskesmas Dalu Sepuluh menunjukkan bahwa ada problem nutrients pada ibu hamil dan baduta, khususnya energi, protein, zat besi, seng, kalsium, dan asam folat. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa intervensi gizi spesifik dan sensitif termasuk edukasi gizi ibu hamil dan pemanfaatan pangan lokal, merupakan strategi kunci untuk memutus siklus masalah gizi termasuk stunting
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah pola pikir ibu hamil tentang periode emas 1000 HPK, perkembangan janin yang dikandungnya dan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan hingga anak berusia dua tahun dari pangan lokal,” kata Tetty.
Baca juga: DPR RI Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis, Tekankan Investasi Gizi untuk Masa Depan Bangsa
Edukasi ini dilaksanakan kepada 32 orang ibu hamil yang ada di Desa Bangun Sari Baru. Turut hadir dalam kegiatan ini adalah tim dari Puskesmas Dalu Sepuluh yaitu Bidan Koordinator Juliana Boru Harahap, Pj Program Gizi, Ira Anggraini, Pj Program Anak Florentina Sitorus dan sejumlah kader posyandu.
Sebelum edukasi, dilakukan pengukuran antropometri ibu hamil. Selanjutnya diberikan edukasi ibu hamil tentang periode emas 1000 HPK, tumbuh kembang janin dan baduta, pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada 1000 HPK, demonstrasi jenis dan jumlah pangan lokal yang dikonsumsi untuk pemenuhan kecukupan gizi sehari ibu hamil, dan MP-ASI baduta. Diberikan juga praktik mandiri tentang gizi seimbang dari pangan lokal untuk ibu hamil dan MP-ASI untuk baduta.
“Pengetahuan gizi merupakan determinan penting yang memengaruhi sikap dan perilaku konsumsi. Kami berharap, dengan meningkatnya pengetahuan ibu hamil melalui kegiatan edukasi ini akan membentuk sikap positif terhadap penerapan pola makan bergizi seimbang secara konsisten selama periode 1000 HPK. Dengan demikian, ibu hamil tidak mengalami KEK, tumbuh kembang baduta menjadi optimal dan untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak termasuk stunting,” katanya. (top/Tribun-Medan.com)
| Perjalan Bupati Gus Irawan ke Kampung Tuti Daulay, Ibu Hamil Ditandu 30 Km saat Hendak Melahirkan |
|
|---|
| Kritik Sutrisno Pangaribuan untuk Gus Irawan soal Kasus Ibu Hamil Ditandu 30 Km Hendak Melahirkan |
|
|---|
| Gubernur Bobby Angkat Bicara soal Ibu Hamil Ditandu Sejauh 30 KM, Anak di Kandungan Keburu Meninggal |
|
|---|
| Pilu Tuti Daulay, Ibu Hamil Ditandu 30 Kilometer di Tapsel, Sang Bayi Meninggal Dunia di Perut |
|
|---|
| Istrinya Hamil Ditandu 30 Km di Tapsel, Suami: Bayi Kami di Kandungan Sudah Gak Ada Nyawa Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Poltekkes-Medan-Gizi.jpg)