Takjub Penggunaan Aksara Arab dan Mandarin di Tiongkok
Fakta ini membantah opini yang selama ini menyatakan bahwa Muslim di Uighur termarginalkan
Oleh:
Dr Faridah MHum
Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga MUI Sumut
SAYA merupakan satu di antara yang beruntung karena ikut dalam rombongan Tokoh Agama dan Budaya Sumatera Utara Membina Hubungan dengan Semangat Rahmatan Lilalamin.
Terimakasih kepada Ketua Umum INTI Dr Indra Wahidin yang telah mengikutkan suami saya Ketua MUI Sumut Dr H Maratua Simanjuntak dalam perjalan ke Tiongkok.
Saat Pak Indra bertelepon, suami saya mengatakan bahwa beliau tak bisa pergi sendiri maka Pak Indra mengatakan bahwa ibu boleh ikut. Alhamdulillah, sekali lagi saya berterimakasih pada Pak Indra.
Ucapan terimakasih ini tentu saja sangat penting saya haturkan kepada Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Mr Huang He yang telah memfasilitasi seluruh kegiatan perjalanan Bejing, Urumqi dan Kashgar.
Baca juga: Prof Nurhayati Takjub Kebebasan Beragama dan Pembinaan Imam Masjid di Kampus Islam Tiongkok
Baca juga: Masjid Etigar Kashgar, Simbol Eksistensi Islam di Tiongkok Selama 584 Tahun
Konjen menanggung semua biaya mulai dari pengurusan visa, akomodasi, transportasi dan seluruh biaya dalam kunjungan ini.
Begitu juga kepada Jessica, panitia yang luar biasa tegas dan baik hati selalu menerjemahkan dialog Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia maupun sebaliknya.
Selain itu, ada Nora Intan yang siap menolong dengan sigap dan sabar pada setiap persoalan yang muncul. Ada juga wartawan Tribun Medan Iin Sholihin yang senantiasa menerbitkan berita perjalanan di Tribun-Medan.com.
Perjalanan ke Tiongkok diikuti tokoh-tokoh penting dari berbagai kalangan mulai dari Sumatera Utara yakni MUI Sumatera Utara, Ketua MUI Kota Medan Dr Hasan Maksum, Ketua MUI Binjai Prof Dr M Jamil, Rektor UINSU Prof Dr Nurhayati, Kepala Biro UINSU Ibnu Saddan bin Ibrahim, Rektor UMSU Prof Agussani yang sekarang menjadi Ketua Badan Pembina Harian (BPH ) UMSU.
Ada pula Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Prof Dr Muhammad Qorib, Ketua Yayasan Panca Budi Dra Hj Yasmin Siti Khadijah, Dosen UNPAB Dr Ahmad Baqi Arifin, Ketua FKUB Sumut Drs M Hatta Siregar, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UNIVA Dr Muhammad Ridwan Harahap.
Perjalanan juga diikuti perwakilan dari Aceh yakni Ketua PWM Aceh A Malik Musa dan dari Sumatera Barat yakni Prof Fauzi Bahar mantan Wali Kota Padang yang juga Dosen Universitas Pertahanan Indonesia serta Dosen Universitas Andalas Padang Dr Dendi Adi Saputra.
Perjalanan hari pertama dimulai 10 Mei 2026 dari Bandara KNIA menuju Singapura, melanjutkan perjalanan ke Bejing dan akhirnya lanjut ke Urumqi. Dua malam di Urumqi lanjut ke Kashgar dan kembali ke Bejing hingga tanggal 17 Mei 2026. Selanjutnya kembali ke Indonesia dan sampai di KNIA tgl 18 Mei 2026.
Baca juga: Senyum Abdullah, Pemuda Uighur Calon Imam Masjid Masa Depan Tiongkok
Beberapa catatan penting dari perjalanan ini yakni, pertama orang Tionghoa yang ditemui umumnya ramah. Mereka kerap bertanya kepada kami dari mana?
Berikutnya adalah suka menolong saat saya berada dalam pesawat melewati lorong untuk sampai ke tempat duduk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ketua-MUI-Sumut-dan-Istri.jpg)